Banjir Melanda Dubai, Hujan Terparah dalam 75 Tahun Terakhir

banjir dubai
Warga bertelanjang kaki melintasi banjir di Dubai, 17 April 2024. foto: Reuters

Dubai (gokepri) – Hujan deras yang mengguyur Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (16/4) menjadi yang terparah sejak 75 tahun terakhir. Jalanan utama di Dubai lumpuh akibat banjir. Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu yang tersibuk di dunia, lumpuh dan kacau.

Hujan dengan curah hingga 259,5 mm tersebut menyebabkan genangan air setinggi lutut di beberapa wilayah pemukiman. Bahkan, terowongan jalan dekat bandara terendam air hingga atapnya. Tak hanya itu, seorang pria berusia 70 tahun dilaporkan tewas terseret banjir saat mengendarai mobilnya di Ras Al-Khaimah, satu dari tujuh emirat di UEA.

Listrik padam dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Dubai. Mobil-mobil yang terendam banjir terlihat ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan. Pemandangan serupa juga terlihat di Sharjah, emirat yang berbatasan langsung dengan Dubai. Warga terlihat berjalan kaki menerjang banjir di jalanan utama, bahkan ada yang menggunakan perahu darurat.

HBRL

Baca Juga:

banjir dubai
Sebuah mobil terlantar di pinggir jalan karena banjir di Dubai, 17 April 2024. foto: Reuters

Cuaca kembali cerah pada Rabu (17/4), namun cerita warga yang terjebak banjir selama berjam-jam di mobil dan kantor mereka baru mencuat.

“Itu adalah salah satu situasi mengerikan yang pernah saya alami,” ujar seorang warga Dubai berusia 30-an yang enggan disebutkan namanya. Perjalanan pulang kantornya yang biasanya hanya 15 menit, berubah menjadi mimpi buruk selama 12 jam akibat terjebak banjir.

“Saya khawatir mobil saya mogok dan tenggelam, lalu saya ikut hanyut,” lanjutnya.

Pihak berwenang memutuskan untuk menutup sekolah di Dubai hingga pekan depan untuk mempermudah proses pembersihan.

Tindakan Presiden UEA

Dalam sebuah langkah yang tidak biasa, Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed memerintahkan “pihak berwenang untuk segera menangani kondisi infrastruktur di seluruh UEA dan meminimalisir kerusakan yang terjadi,” demikian menurut media pemerintah.

Sheikh Mohamed juga memerintahkan pemindahan warga terdampak banjir ke lokasi aman, seperti dilansir kantor berita WAM.

banjir dubai
Sejumlah mobil terjebak banjir di Dubai, 17 April 2024. Foto: Reuters

Sementara itu, operasional Bandara Internasional Dubai yang biasanya menjadi yang tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas internasional, menjadi terhambat. Banyak staf bandara yang terjebak banjir dan transportasi umum sebagian besar dihentikan.

Hampir semua penerbangan mengalami penundaan. Pihak pengelola bandara meminta penumpang untuk tidak datang ke bandara “kecuali jika benar-benar mendesak.” Maskapai penerbangan Emirates, yang merupakan maskapai nasional Dubai, bahkan membatalkan seluruh proses check-in.

Para penumpang yang terjebak di bandara terlihat frustrasi. “Mereka [pihak bandara] benar-benar bingung. Ini situasi yang kacau – tidak ada informasi apapun,” gerutu seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya setelah menunggu selama 12 jam.

Badai yang menyebabkan banjir bandang di Dubai juga berdampak pada sejumlah negara tetangga. Di Oman, tercatat 19 orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Maryam Al Shehhi, peramal cuaca senior di Pusat Meteorologi Nasional UEA, membantah laporan tentang dilakukannya penyemaian awan (cloud seeding) untuk meningkatkan curah hujan.

“Kami tidak menggunakan penyemaian awan karena badai tersebut sudah cukup kuat,” ujar Shehhi kepada AFP.

Pakar klimatologi Friederike Otto, yang ahli dalam menilai peran perubahan iklim pada peristiwa cuaca ekstrem, mengatakan bahwa fokus pada penyemaian awan adalah “menyesatkan.”

“Hujan terderas di Dubai selama 75 tahun terakhir bukan terjadi karena penyemaian awan,” katanya.

“Ketika kita berbicara tentang curah hujan yang tinggi, kita perlu berbicara tentang perubahan iklim. Fokus pada penyemaian awan adalah menyesatkan.” AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait