Aset Asuransi Januari 2025 Tumbuh, Capai Rp1.146 Triliun

Ojk merger asuransi
Petugas membersihkan logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Jakarta, September 2020 lalu. (foto: Tempo)

JAKARTA (gokepri) – Aset industri asuransi di Januari 2025 mencapai Rp1.146,47 triliun. Angka ini tumbuh 2,14 persen secara tahunan (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, mengatakan aset industri asuransi di Januari 2025 naik 2,14 persen yoy.

Posisi yang sama di tahun sebelumnya adalah Rp1.122,43 triliun. “Pada sektor PPDP, aset industri asuransi di Januari 2025 mencapai Rp1.146,47 triliun atau naik 2,14 persen yoy dari posisi yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp1.122,43 triliun,” katanya di Jakarta, Selasa sore (4/3).

HBRL

Dari sektor asuransi komersial, total aset mencapai Rp925,91 triliun atau naik 2,53 persen yoy. Pendapatan premi asuransi komersial pada Januari 2025 sebesar Rp34,76 triliun. Angka ini turun 4,10 persen yoy.

Angka tersebut terdiri atas pendapatan premi asuransi jiwa yang tumbuh 10,39 persen yoy. Pendapatan premi asuransi jiwa menjadi Rp19,14 triliun. Pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 17,40 persen yoy. Pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi menjadi Rp15,62 triliun.

“Secara umum, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk Based Capital atau RBC masing-masing sebesar 448,18 persen dan 317,77 persen. Angka ini di atas threshold sebesar 120 persen,” ujar Ogi.

Sedangkan terkait asuransi nonkomersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri, terjadi pertumbuhan 0,55 persen yoy. Total aset tercatat sebesar Rp220,56 triliun.

Pada industri dana pensiun, total aset per Januari 2025 tumbuh 7,26 persen yoy. Nilai total aset mencapai Rp1.516,20 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan 3,47 persen yoy.

Nilai total aset mencapai Rp383,11 triliun. Program pensiun wajib terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan.

Program pensiun wajib juga terdiri dari program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan Polri. Total aset mencapai Rp1.133,09 triliun. Angka ini tumbuh 8,60 persen yoy. “Pada perusahaan penjaminan, pada Januari 2025 nilai aset sedikit terkontraksi 0,12 persen yoy. Nilai aset menjadi Rp46,59 triliun,” imbuh Ogi. ANTARA

Baca Juga: Aset Industri Asuransi Nasional Capai Rp1.133 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait