Anggota DPRD Amat Yani soal Pariwisata Anambas: PR Kami Memudahkan Akses ke Anambas

Akses ke anambas
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Amat Yani. Foto: gokepri

Batam (gokepri.com) – Keindahan pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas tak kalah dibanding daerah lain di Indonesia bahkan dunia sekalipun. Hanya saja faktor pembangunan aksesibilitas dengan transportasi masih menjadi kendala.

“Anambas kaya objek wisata dan bahkan ada yang diakui dunia internasional. Potensi ini harus kita optimalkan,” kata Amat Yani, anggota DPRD Anambas saat berdiskusi dengan Teman Ngopi, di Kepri Mall, Jumat 26 Agustus 2022.

Teman Ngopi adalah grup diskusi yang diisi oleh para jurnalis di Batam. Yani menyampaikan pariwisata menjadi salah satu desk atau tugasnya sebagai wakil rakyat. Selaku Ketua Komisi II, ia ingin sektor pariwisata menjadi salah satu andalah pemerintah daerahnya. Ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo, yaitu pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi turunannya.

HBRL

Legislator Partai Bulan Bintang itu menyampaikan banyak sekali potensi pariwisata yang sudah ada dan indah. Pulau Bawah salah satunya yang sudah terkenal di dunia, kata dia, di sekeliling pulau tersebut bahkan banyak juga yang bagus dan indah pantainya.

“Kalau pantai indah dan pasirnya yang putih, itu banyak di Anambas. Saya justru mendorong pengembangan pariwisata di bidang menyelam bawah laut (diving), juga atraksi manusia bersama penyu,” ujar Yani.

Yani juga menceritakan sebuah gua di bawah laut dan itu sangat layak dikembangkan. “Saya sudah ke sana, itu luar biasa. Pasir di dalam goa itu putih bersih. Saat pasang surut, goa itu bisa terlihat,” ceritanya penuh semangat.

Yani menambahkan selain kaya objek wisata, Kabupaten Kepulauan Anambas juga kaya dengan kuliner. “Maka pekerjaan rumah kami adalah bagaimana caranya aksesibiliti bisa segera dicarikan solusi oleh pemerintah provinsi. Kami juga siap membuka ruang diskusi dengan pemerintah pusat,” kata dia.

Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan perairan tiga negara seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand memiliki potensi wisata yang besar. Sayangnya, akses infrastruktur transportasi masih menjadi kendala utama.

Pasalnya, Kepulauan Anambas yang terdiri dari 255 pulau-pulau kecil mayoritas bagian wilayahnya didominasi oleh laut. Singkat kata, hanya akses laut dan udara saja yang menjadi pilihan bagi traveler untuk berpindah antar pulau di Anambas.

Saat ini kapal feri dari Batam dan Tanjung Pinang ke Ibu Kota Tarempa di Anambas bisa memakan waktu tempuh 9-10 jam. Sedangkan pesawat sebagai akses paling tercepat hanya tersedia di Bandara Letung dan Palmatak, itupun dengan penerbangan 4 kali dalam seminggu. Belum lagi traveler masih harus melanjutkan perjalanan laut lagi ke Tarempa sehingga memakan waktu yang tidak sebentar.

Penulis: Engesti

Pos terkait