ALFI Cetuskan Empat Pilar Utama Efisiensi Logistik Nasional

Pelantikan ALFI
Suasana pengukuhan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) atau Indonesian Logistics & Forwarders Association (ILFA) masa bakti 2023-2028 oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), di Jakarta, Rabu (7/2/2023). Foto: Dok. DPP ALFI

Jakarta (gokepri) – Di tengah laju ekonomi global yang kian dinamis, efisiensi logistik menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mencetuskan empat pilar utama untuk mewujudkan ekosistem logistik nasional yang mumpuni.

“Diversifikasi, keamanan, transparansi, dan keberlanjutan menjadi fokus utama dalam menyempurnakan sistem logistik nasional,” tegas Akbar Djohan, Ketua Umum DPP ALFI dalam siaran pers, Rabu (7/2).

Diversifikasi menitikberatkan pada diversifikasi sumber dan moda transportasi logistik untuk menghindari ketergantungan pada satu jalur yang berisiko menghambat rantai pasokan.

Baca Juga: Biaya Logistik di Sumatera Tetap Mahal Meski Gencar Bangun Jalan

Keamanan logistik menjadi fokus krusial untuk menangkal berbagai ancaman, baik dari bencana alam, ulah manusia, maupun serangan siber. Transparansi antar pemerintah dan sektor swasta juga vital untuk meningkatkan kinerja dan performa logistik, serta mengantisipasi kekurangan di seluruh rantai pasokan.

Keberlanjutan logistik tak kalah penting. Hal ini meliputi memastikan rantai pasokan bebas dari pekerja paksa dan pekerja anak, mendukung martabat dan suara pekerja, serta sejalan dengan visi logistik nasional.

Akbar menegaskan bahwa urgensi penerapan keempat pilar ini sangat tinggi. Pasalnya, peringkat Indonesia dalam Logistics Performance Index (LPI) World Bank masih tertinggal di peringkat 63 dari 139 negara. Biaya logistik di Indonesia pun tergolong tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

ALFI berkomitmen untuk mendukung transformasi sektor logistik nasional menuju tingkat efisiensi yang optimal. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada terwujudnya sistem logistik terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan rakyat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut baik komitmen ALFI dan resmi mengukuhkan kepengurusan DPP ALFI masa bakti 2023-2028. Sekjen Kemenhub Novie Riyanto menegaskan peran ALFI sebagai mitra strategis pemerintah dalam sistem transportasi barang, baik domestik maupun internasional.

Novie mengapresiasi kontribusi ALFI dalam memberikan masukan untuk penyusunan kebijakan dan peraturan di bidang logistik.

Meskipun terdapat kemajuan, masih ada pekerjaan rumah yang besar untuk mencapai efisiensi logistik nasional. Data World Bank menunjukkan bahwa LPI Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Tantangan lain yang dihadapi Indonesia adalah peringkatnya dalam Indeks Trading Across Borders yang masih rendah, yaitu di posisi 116 dari 213 negara. Faktor waktu dan biaya menjadi aspek yang perlu dioptimalkan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem logistik nasional yang efisien, aman, transparan, dan berkelanjutan. Integrasi sistem, digitalisasi, dan peningkatan infrastruktur menjadi beberapa langkah strategis yang perlu diprioritaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN