Kendari (gokepri.com) – Al Quran dengan terjemahan bahasa Tolaki akan segera hadir di Sulawesi Tenggara. Saat ini Kementerian Agama terus melakukan upaya penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa daerah.
Saat ini Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat (Balitbang Diklat) Kementerian Agama sedang memproses Al Quran dengan terjemahan bahasa Tolaki.
Kepala Puslitbang LKKMO Prof. Isom berharap nantinya ada ada Al Quran terjemahan dalam bahasa seluruh bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Kafilah Batam dalam STQH Kepri Kunjungi Museum Percetakan Al-Quran
Hal itu diungkapkannya saat Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Validasi Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Tolaki, di Kendari, Selasa 22 Agustus 2023 lalu.
Penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa daerah ini kata dia bertujuan untuk merawat bahasa daerah sehigga tidak kehilangan kearifan lokal.
“Kita ini orang Indonesia harus paham Indonesia. Kita ini orang Islam, harus paham ajaran Islam,” kata dia, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.
Isom mengatakan warga bangsa juga harus menghormati dan melestarikan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Menurut dia bangsa Indonesia tidak hanya sekedar beragama Islam secara KTP, tetapi perlu juga memahami agamanya, mengembangkan budayanya, dan memajukan peradaban-peradaban Islam.
“Tugas kita bersama untuk penerjemahan Bahasa Tolaki. Mudah-mudahan bisa bernilai ibadah dan menjadi legasi bagi kita semuanya,” ujarnya.
FGD dalam rangka pembahasan hasil Validasi Penterjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Tolaki ini, merupakan kerja sama Puslitbang LKKMO dengan IAIN Kendari, bersama Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara.
Untuk diketahui, bahasa Tolaki adalah bahasa yang digunakan masyarakat daerah selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Warga di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, dan Kolaka Utara, Kecamatan Mekongga yang menggunakan bahasa Tolaki.
Selain itu bahasa Tolaki juga dipakai masyarakat pantai barat denegan area luas dari Titik Kolono, semenanjung tenggara meluas ke barat laut menyusuri daratan ke dataran tinggi, sepanjang pantai barat, di ujung Kota Kolaka menuju area sempit Teluk Bone.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
***









