BATAM (gokepri) – Modus penipuan berkedok pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) marak menyasar warga Batam. Sejumlah korban melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan kerugian hingga jutaan rupiah.
Sekretaris Disdukcapil Batam, John Lee, mengatakan pelaku biasanya menghubungi warga lewat telepon, mengaku sebagai pegawai resmi, lalu mendesak korban segera mengaktifkan IKD. “Mereka menelepon di luar jam kerja dan meminta segera diurus. Itu jelas penipuan,” kata John, Sabtu, 28 September.
John mengaku dirinya juga pernah menerima telepon serupa. Pelaku menekankan proses harus dilakukan cepat dengan alasan mendesak. “Mereka minta PIN atau kode pribadi. Jangan pernah diberi,” ujarnya.
Menurut John, aktivasi IKD tidak pernah melalui telepon. Warga hanya bisa mengurus secara resmi di kantor Disdukcapil Batam atau kantor kecamatan dengan pendampingan langsung petugas. “Kalau ada yang menelpon dan mengaku dari Disdukcapil, langsung abaikan,” tegasnya.
IKD merupakan identitas digital keluaran pemerintah pusat. Fungsinya untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kependudukan, mulai dari akta kelahiran, kematian, pindah domisili, hingga perubahan data. Sistem ini juga terintegrasi dengan sejumlah layanan perbankan, termasuk BNI dan BRI.
John menyebut ada warga yang kehilangan Rp600 ribu hingga Rp1 juta akibat penipuan ini. Ia meminta korban segera melapor ke kepolisian agar kasus bisa ditangani.
Disdukcapil Batam menyediakan call center resmi di nomor +62 895-3162-2464 bagi masyarakat yang ingin melapor atau sekadar memastikan informasi seputar layanan. ANTARA
Baca Juga: Disdukcapil Batam Kekurangan Blanko KTP, Masyarakat Didorong Gunakan IKD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









