Batam (gokepri.com) – Standard Life Aberdeen PLC akan menutup bisnis manajemen asetnya di Indonesia pada pertengahan 2021. Tujuh produk investasi pun dibubarkan.
“Keputusan untuk keluar dari pasar Indonesia adalah bagian dari rencana perusahaan yang lebih luas untuk mengkonfigurasi ulang operasi global kami seputar strategi pertumbuhan kami,” kata juru bicara Standard Life Aberdeen seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/1/2021).
“Ini akan memungkinkan kami untuk fokus pada prioritas strategis dan pasar inti kami,” katanya.
|Baca Juga: OJK Perpanjang Relaksasi Kredit Selama Setahun
PT Aberdeen Standard Investments Indonesia bermaksud untuk menutup tujuh produk investasi di Tanah Air dan melikuidasi atau mentransfer tiga dana terproteksi modal yang saat ini dikelola.
Perusahaan manajemen aset asal Inggris ini memasuki pasar Indonesia pada tahun 2014, ketika membeli 80% saham PT NISP Asset Management.
Perseroan memiliki aset senilai 1,4 triliun rupiah (USD99,64 juta) yang dikelola pada akhir tahun 2020, berdasarkan data Bareksa .
“Keputusan keluar dari Indonesia dilakukan oleh stakeholder utamanya,” kata, Anto Prabowo, seorang wakil komisaris kepada Reuters.
Produk Reksa Dana Dibubarkan
Berdasarkan pengumuman Aberdeen Standard yang di harian Kontan, Kamis (28/1/2021), Standard Life Aberdeen sebagai peneriman manfaat utama atau ultimate beneficial owener dari manajer investasi menutup kegiatan bisnis di Nusantara.
Di harian tersebut ada tiga pengumuman pembubaran untuk tiga produk reksa dana, yaitu Reksa dana Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund, Reksa Dana Aberdeen Standard Indonesia Government Bond Fund, dan Reksa Dana Aberdeen Standard Indonesia Money Market Fund.
Pada saat yang sama dengan pengumuman tersebut, Aberdeen Standard telah menyampaikan rencana pembubaran reksa dana kepada Otoritas Jasa Keuangan per tanggal 28 Januari 2021.
|Baca Juga: OJK: Merger Bank Syariah Perkuat Daya Saing Industri Perbankan
Manajer investasi asal Inggris itu juga telah meminta Bank Kustodian untk menghentikan perhitungan nilai aktiva bersih mulai hari ini, 28 Januari 2021. Pembubaran dan dimulainya proses likuiditas akan dilakukan dengan penandatanganan pembubaran reksa dana di hadapan notaris.
Selain tiga produk reksa dana yang diumumkan akan dibubarkan, Aberdeen Standard juga memiliki tujuh produk lainnya, mulai dari reksa dana terproteksi hingga reksa dana syariah.
Data OJK menunjukkan, modal dasar Aberdeen Standard mencapai Rp160 miliar dengan modal disetor Rp40 miliar. Sebanyak 99 persen sahamnya dimiliki Aberdeen Standard Investments (Asia) sedangkan 1 persen dimiliki Sigit Pratama Wiryadi.
(can)
Sumber: Reuters, Kontan







