Tanjungpinang (gokepri.com) – Kota Tanjungpinang berhasil menjaga angka stunting di posisi terendah dibandingkan tujuh kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengungkapkan berdasarkan data 2023, angka stunting di Tanjungpinang mencapai 15,2 persen, yang menjadikannya yang terendah di Kepri.
“Kami bangga karena angka stunting di Tanjungpinang berada di posisi 15,2 persen, terendah di seluruh Kepri,” ujar Rustam di Tanjungpinang, Selasa 15 Oktober 2024.
Baca Juga: Ansar Optimistis Angka Stunting Kepri 13 Persen, Penuhi Target Nasional
Jumlah balita yang terkena stunting juga menunjukkan penurunan signifikan, dari 324 kasus menjadi 260 balita pada Agustus 2024.
Dari total 11.197 balita yang dipantau, Rustam menjelaskan bahwa beberapa kelurahan masih menjadi fokus perhatian. Kelurahan Tanjung Unggat mencatat jumlah tertinggi dengan 45 balita (7,4 persen), disusul oleh Kampung Bugis dengan 32 balita (6,5 persen), dan Pinang Kencana dengan 80 balita (4,5 persen).
Rustam menekankan pentingnya upaya untuk terus menurunkan angka stunting, sesuai target pemerintah pusat di bawah 14 persen. Namun, ia juga mengakui tantangan dalam validasi data, terutama karena tidak semua balita rutin dibawa ke posyandu untuk ditimbang dan diukur, sehingga mungkin ada kasus yang belum terlaporkan.
“Kami masih perlu melakukan verifikasi dan validasi data secara berkala agar tidak ada anak yang terlewat,” jelasnya.
Rustam juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif membawa anak-anak mereka ke posyandu guna memantau pertumbuhan serta kesehatan mereka secara berkala. Di posyandu, para orang tua bisa berkonsultasi mengenai gizi dan kesehatan anak, serta mendapatkan penyuluhan tentang pola makan sehat.
“Dengan rutin datang ke posyandu, orang tua bisa mendapatkan panduan langsung dari petugas kesehatan mengenai cara mencegah stunting dan memastikan anak-anak tumbuh dengan baik,” tambahnya. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









