BATAM (gokepri) – BP Batam dan BPN Kota Batam menggelar sosialisasi terkait pembangunan rumah dan Sertifikat Hak Milik Elektronik untuk proyek Rempang Eco-City. Sebanyak 202 kepala keluarga telah pindah ke hunian sementara, dengan 350 rumah akan dibangun hingga akhir 2024.
Sosialisasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam berlangsung pada Selasa (24/9/2024), di Balairungsari BP Batam.
Sosialisasi ini dibuka oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam yang juga Ketua Tim Terpadu Rempang Eco-City, Sudirman Saad. Acara ini dihadiri oleh Anggota Tim Terpadu, Ketua Satgas Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan, dan diikuti oleh diskusi bersama 94 Kepala Keluarga yang telah berpindah ke hunian sementara.
Direktur Infrastruktur Kawasan, Ponco Indro Subekti, memaparkan perkembangan pembangunan rumah, sementara M Hafis, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran dari BPN Kota Batam, menjelaskan teknis penerbitan Sertifikat Hak Milik Elektronik.
Dalam sambutannya, Sudirman Saad menyampaikan dukungan dari masyarakat Rempang terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City terus meningkat, yang ditandai dengan semakin banyaknya warga yang bersedia pindah ke hunian sementara.
“Hingga hari ini, sudah ada 202 Kepala Keluarga (KK) yang telah bergeser, dan jumlah ini akan terus bertambah berdasarkan data yang kami miliki,” jelas Sudirman Saad.
BP Batam telah berkolaborasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga untuk memastikan hak-hak warga yang pindah ke hunian sementara tetap terlindungi, sebelum nantinya dipindahkan ke hunian tetap setelah rumah pilihan mereka selesai dibangun.
“Dalam hal pendidikan, kami bekerja sama dengan Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk memberikan pelatihan keterampilan, khususnya pengelasan kapal bagi pemuda, serta pelatihan pengolahan hasil laut dan keterampilan lainnya untuk mendukung kesejahteraan keluarga,” papar Sudirman Saad.
Menyampaikan pesan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Sudirman mengimbau seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk menjaga persatuan dan kekompakan dalam mewujudkan investasi Rempang Eco-City.
“Mari kita jaga persatuan agar iklim investasi di Batam tetap kondusif, sehingga PSN Rempang Eco-City dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat, terutama warga Rempang,” ujarnya.
Baca: Kelanjutan Investasi Rp174 Triliun Xinyi di Rempang Eco City, Jadwal Groundbreaking 2025
Sudirman menegaskan komitmen BP Batam dalam mengawal PSN Rempang Eco-City hingga terwujud, sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, dengan tetap memperhatikan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
Sebagai tambahan informasi, BP Batam akan membangun 350 rumah di Tanjung Banun hingga 31 Desember 2024, dan proses pemindahan warga ke hunian tetap akan dimulai pada Rabu (25/9/2024). (BP BATAM)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









