KARIMUN (gokepri.com) – Tumpukan sampah menghiasi sepanjang jalan utama Pulau Karimun sejak pagi hingga malam hari pada Jumat, 13 September 2023.
Sampah yang disimpan dalam berbagai warna kantong kresek itu ada ditumpuk di depan gang atau ruko-ruko milik warga yang berjejer di sepanjang jalan A Yani Tanjungbalai Karimun.
“Sampai sore begini sampah kok belum diangkut ya,” ujar Doddy saat keluar dari Jalan Dirgahayu, Kampung Intan, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral.
Memang, beraneka ragam sampah yang disimpan dalam kantong kresek nampak menumpuk di Komplek Bea Cukai Meral atau depan Jalan Dirgahayu Kampung Intan.
“Biasanya, pagi-pagi lori pengangkut sampah sudah datang mengangkut sampah-sampah ini. Begitu juga sore hari datang lagi lori berikutnya untuk membawa sisa sampah siang hari,” ungkapnya.
Lambatnya pengangkutan sampah ke TPA di Sememal Karimun bukan kali ini saja terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir sudah tak terhitung lagi terjadinya penumpukan sampah.
Tumpukan sampah itu disinyalir dapat mengganggu dunia pariwisata Karimun.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karimun, Agustyawarman menilai, tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tak sedap itu jelas merusak citra parwisata Karimun.
“Besok hari Sabtu, biasanya setiap akhir pekan, wisatawan mancanegara dari Malaysia dan Singapura banyak yang masuk Karimun. Apa pandangan wisatawan ketika melihat Karimun dalam kondisi kotor begini,” ujar Agustyawarman.
Pria yang akrab disapa Awan ini menyebut, sampah yang berjejer mula terlihat dari pintu masuk Karimun hingga menghiasi jalan-jalan utama di Pulau Karimun Besar.
“Jika wisatawan turun dari kapal terus disambut dengan tumpukan sampah, mau ditaruh dimana muka kita ini,” sesalnya.
Menurut dia, tumpukan sampah yang menghiasi jalanan Karimun itu sangat jelas memperburuk citra Karimun di dunia internasional.
“Posisi kita ini berada di beranda Indonesia. Jika sampah menumpuk begini, maka wisatawan akan memandang Indonesia secara keseluruhan karena Karimun merupakan cerminan negeri ini,” kata Awan.
Dia meminta kepada pemerintah daerah agar segera tanggap menyikapi persoalan ini. Jangan sampai wisatawan memviralkan sampah Karimun ke negara mereka.
“Saya harap pemerintah cepat bertindak sebelum kondisi ini makin parah,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









