Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia membangun rumah sehat pertama di Kepri. Peletakan batu pertama pembangunan rumah sehat ini dilakukan Kamis 12 September 2024 di Jalan Bintan, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Imdadun Rahmat mengatakan Rumah Sehat Baznas (RSB) ini nantinya akan memberikan layanan kesehatan gratis bagi para mustahik.
“Mustahik ialah orang-orang yang berhak menerima zakat, seperti fakir miskin hingga kaum duafa,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenag dan Baznas Dorong Optimalisasi Zakat untuk Beasiswa
Ia menjelaskan, RSB yang dibangun ini berstandar klinik pratama dengan berbagai program layanan kesehatan dalam gedung, seperti rawat jalan, poli, bahkan secara bertahap melayani rawat inap pasien.
Selain itu, ada juga pelayanan kesehatan luar gedung untuk program penanganan tuberkulosis, stunting, hingga layanan tim medis di lokasi-lokasi bencana alam. Pembangunan rumah sehat itu kata dia menjadi bentuk ikhtiar Baznas dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi kaum miskin.
“Siapapun yang datang ke RSB asalkan mustahik, pasti dilayani,” ujarnya.
Kepala BAZNAS Provinsi Kepri Arusman Yusuf mengatakan RSB akan dibangun di lahan seluas 780 meter persegi. Lahan itu awalnya hibah dari Pemerintah Provinsi Kepri.
“Sesuai aturan BAZNAS pusat, status lahan RSB itu tidak boleh dalam bentuk hibah, makanya diurus sertifikatnya sehingga menjadi milik kami,” ujarnya.
Rumah Sehat Baznas itu dibangun di Jalan Bintan Kota Tanjungpinang karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Letaknya juga dekat dengan pintu masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.
“Sehingga mempermudah pasien sakit yang datang menggunakan kapal dari luar daerah untuk berobat ke RSB,” kata dia.
RSB ini melayani pasien dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri, bukan cuma Kota Tanjungpinang.
Pembangunan RSB ini menelan anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Dalam waktu dekat Baznas RI bersama Baznas kepri akan melakukan proses rekrutmen dokter, tenaga medis dan non medis untuk ditempatkan di rumah sehat tersebut. Targetnya RSB itu mulai beroperasi tahun depan. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









