Batam (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menyiapkan respon dini menyusul adanya temuan kasus baru cacar monyet atau monkeypox/Mpox di Kepri pada Sabtu 17 Agustus 2024 lalu.
Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pihaknya telah memiliki sistem kewaspadaan dini dan respons yang terhubung ke seluruh fasilitas kesehatan di Batam.
Didi mengatakan kasus cacar monyet di Indonesia telah mencapai 88 kasus sejak tahun 2022. Kasus sempat melonjak di tahun 2023 namun menurun kembali di tahun 2024.
Baca Juga: Cacar Monyet Alias Mpox Dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Global
“Dari total kasus tersebut, sebanyak 59 tercatat di DKI Jakarta, 13 di Jawa Barat, 9 di Banten, 3 di Jawa Timur, 3 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan kini 1 kasus di Kepri,” kata dia, Selasa 27 Agustus 2024.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Didi meneaskan sumber penularan kasus baru di 2024 ini belum ditemukan. Kendati demikian mitigasi telah dilakukan secara optimal.
“Kami sudah menyelidiki dan tidak ditemukan sumber penularan,” katanya.
Saat ini Batam telah memiliki tenaga kesehatan yang cukup jika harus menghadapi kemungkinan pandemi. Jika ada kasus potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) pihaknya juga siap melaporkan langsung kepada Kementerian Kesehatan.
“Kami akan langsung beri notifikasi kepada Kemenkes,” kata dia.
Menurut dia selain tenaga kesehatan yang cukup, fasilitas layanan kesehatan di Batam juga telah memiliki sistem koordinasi yang baik termasuk kepada pemerintah pusat. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









