BATAM (gokepri) – PT Persero Batam kondisi keuangannya tak sehat karena kendala diversifikasi bisnis sebelum mengantongi pengelolaan terminal peti kemas Batuampar. Muncul rencana dilebur ke holding BUMN Danareksa.
Persero Batam masuk dalam empat BUMN yang punya peluang untuk diselamatkan. Rencananya Persero Batam akan dilakukan inbreng atau pengalihan ke PT Danareksa (Persero).
Baca:
- Persero Batam Segera Inbreng ke Danareksa
- Danareksa: Persero Batam Berpeluang Kembali Bangkit
- Investasi Persero Batam Dibiayai Dana Obligasi PPA
- Berhadapan Langsung dengan Tuas Mega Port Singapura, Ini Fakta-Fakta New Port of Batam
Hal tersebut terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Selasa (25/6/2024). Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, Persero Batam masuk sebagai empat perusahaan yang bisa diselamatkan. Tiga lainnya adalah PT Boma Bisma Indra (Persero) atau BBI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IK.
Dalam RDP yang membahas tentang Panja Penyehatan dan Restrukturisasi BUMN tersebut, Yadi menyebut, selama ini Persero Batam terkendala akibat diversifikasi bisnis. Namun, hal itu sudah terselesaikan karena Persero akan fokus pada bisnis utama, yakni pengelolaan terminal peti kemas di Pelabuhan Batuampar.
Terpisah, Direktur Utama Persero Batam Arham S Thoriq mengatakan, sebagai salah satu pasien BUMN, Persero masih di bawah pengawasan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
“Tahun depan kami sudah tidak di PPA lagi, karena sudah masuk ke Danareksa. Persero sudah sehat, tapi masih ada proses yang dilalui di kementerian,” katanya.
Saat ini, Persero memang fokus untuk membangun lini bisnis yang berbeda dari yang selama ini mereka geluti di sektor logistik. Pengelolaan terminal peti kemas merupakan hal baru bagi BUMN satu ini.
“Persero dulu bisnis angkutan BBM, serta sewa gudang operator kargo bandara. Dulu hanya terima kerjaan, sekarang bisa mengelola pelabuhan. Lima tahun lagi Persero masuk BUMN menengah,” paparnya.
Direktur Utama PPA Teguh Wirahadikusumah mengatakan, Persero ini salah satu dari 20-an BUMN yang tengah direvitalisasi.
“Persero ini kami revitalisasi, di mana dibantu juga kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam,” paparnya. PT PPA sangat mendukung pengembangan terminal peti kemas di Pelabuhan Batuampar. “Kami komitmen mendukung keberlanjutan terminal peti kemas sebagai bagian dari BUMN,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BP Batam dan Persero yang mampu mendatangkan direct call dari Batam ke China, yang mulai beroperasi 31 Maret 2024 kemarin.
“Ini baru pertama kali. Infrastruktur juga sudah maju. Kalau itu sudah maju, maka yang lain akan lebih bagus,” pungkasnya. BISNIS.COM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








