Masih Hilang, Tim SAR Perluas Area Pencarian Pria Terjun dari Jembatan Barelang

terjun dari jembatan barelang
Tim SAR saat mencari seorang pria diduga bunuh diri di Jembatan Barelang (Foto: SAR Tanjungpinang Kepri)

Batam (gokepri) – Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban yang diduga bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hingga Selasa 14 Mei 2024, tim SAR telah memperluas area pencarian dan menambahkan peralatan berupa dua unit kapal dari Sat Brimob Polda Kepri dan perahu dari nelayan lokal.

“Kami memperluas pencarian dengan menambahkan kapal karet dari Sat Brimob Polda Kepri dan longboat milik nelayan setempat. Pencarian terhadap korban akan terus dilakukan selama tujuh hari ke depan,” kata Ardila Azizi, Humas Kantor SAR Tanjungpinang, di Batam.

Baca Juga:

HBRL

Upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti sejak korban berinisial MM (20) dilaporkan nekat melompat dari Jembatan Barelang pada Sabtu malam, 11 Mei 2024. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Batam, Brimob Polda Kepri, Polair Polda Kepri, BP Batam, Polsek Sagulung, dan warga setempat terus menyisir daerah sekitar perairan Jembatan Barelang.

“Kami belum menemukan korban. Tim SAR bersama masyarakat setempat terus berusaha menyisir daerah sekitar perairan Jembatan Barelang,” ujar Ardila.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Tanjungpinang Slamet Riyadi menjelaskan berdasarkan kronologis, korban terlihat duduk sendirian di atas Jembatan Barelang pada Sabtu malam. Korban kemudian meminjam ponsel saksi untuk menelepon keluarganya.

“Setelah meminjam hp saksi tersebut, korban langsung nekat melompat dan hanya tersisa sandal saja yang tertinggal di atas jembatan untuk identitas belum diketahui,” kata Slamet.

Tim SAR Pos Batam yang berjumlah lima orang langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Namun, karena cuaca hujan dan berangin serta jarak pandang yang terbatas, pencarian difokuskan di sekitar Jembatan Barelang 1.

Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi : Yayasan Pulih (021) 78842580

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait