Sinyal BTS 4G BAKTI di Tiga Kecamatan Anambas Belum Optimal

Internet di anambas
Kabupaten Kepulauan Anambas. Foto: istimewa

Anambas (gokepri) – Tidak semua wilayah di Anambas memiliki sinyal internet 4G yang lemah. Dari 10 kecamatan yang dibangun menara BTS 4G BAKTI Kominfo, tiga di antaranya butuh penguatan jaringan.

Persoalan konektivitas internet ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas merespons permintaan anggota DPRD Amat Yani ihwal penguatan sinyal internet untuk Lebaran 2024.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, mengklarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai banyaknya wilayah desa yang membutuhkan perbaikan jaringan sinyal internet 4G.

HBRL

Baca Juga:

Internet di Anambas
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal. Foto: istimewa

Japrizal menegaskan tidak seluruh tower BTS USO program BAKTI Kominfo di Anambas memiliki sinyal internet yang lemah. “Berdasarkan data Diskominfo Anambas, hanya sebagian desa yang terpasang tower BTS USO program BAKTI Kominfo yang kapasitasnya perlu ditingkatkan,” ujar Japrizal, Kamis (28/3/2024).

Ia menjelaskan, terdapat 66 tower BTS operator yang tersebar di 29 titik desa di Anambas. Dari jumlah tersebut, 10 kecamatan di Anambas memiliki tower BTS USO program BAKTI Kominfo.

“Dari 52 desa dan 2 kelurahan di Anambas, seluruhnya sudah terakses jaringan sinyal telekomunikasi. Namun, ada 3 kecamatan yang sinyal 4G-nya lemah,” kata Japrizal.

Kecamatan yang sinyal 4G-nya lemah adalah sebagian besar wilayah desa di Kecamatan Siantan Selatan, beberapa desa di Kecamatan Siantan Timur, dan desa di Kecamatan Jemaja Barat.

Di Kecamatan Siantan Tengah, sinyal 4G lemah di Desa Liuk dan dusun Palah di Desa Mubur. Japrizal menjelaskan, lemahnya sinyal di beberapa desa tersebut disebabkan oleh kapasitas layanan bandwidth yang minim pada tower BTS USO program BAKTI Kominfo.

“Kapasitasnya minim sehingga layanan yang ada tidak maksimal, terutama untuk video call, pengiriman data, atau membuka aplikasi yang membutuhkan akses data besar,” terangnya.

Permasalahan ini bukan hanya terjadi di Anambas, tetapi juga di sekitar 150 kabupaten daerah 3T dan perbatasan yang mendapatkan program BAKTI Kominfo. Jeprizal mengakui tidak seluruh tower BTS USO program BAKTI Kominfo memiliki sinyal yang kuat.

“Data kami menunjukkan tidak seluruhnya lemah, tetapi sebagian memang benar lemah sinyalnya,” ungkapnya.

Jeprizal menyambut baik permintaan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Amat Yani untuk meningkatkan kualitas jaringan internet di Anambas.

“Persoalan sinyal ini, Kominfo Anambas sangat berharap adanya kerja bersama dengan DPRD untuk membantu melobi dan menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan ke pusat,” tuturnya.

Diskominfo Anambas akan terus melakukan koordinasi dan upaya untuk meningkatkan kualitas jaringan internet di Anambas, termasuk meminta bantuan dengan pihak Provinsi Kepri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kemenpolhukam.

“Saat ini, kami sedang mempersiapkan surat permintaan yang akan disampaikan ke kementerian. Selanjutnya, akan kami sampaikan ke media,” kata Japrizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Penulis: Wisnu Een

Pos terkait