Terapkan Prokes, Asialink Batam Jadi Pilihan Menginap Warga Singapura

Asialink Batam
Seorang pengunjung Asialink Hotel by Prasanthi Batam memasuki bilik sterilisasi disinfektan dengan sistem uap, Jumat (23/10/2020).

Batam (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 telah membawa dampak negatif bagi pertumbuhan bisnis dan menciptakan ketidakpastian berbagai sendi kehidupan, termasuk sektor perhotelan. Namun ada secercah harapan, salah satunya melalui kesepakatan Indonesia dan Singapura untuk membuka akses perjalanan terbatas berdasarkan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) mulai 26 Oktober 2020.

Batam diuntungkan dengan kesepakatan itu, karena dipilih sebagai pintu keluar-masuk bagi warga kedua negara. Di Indonesia, hanya dua pintu masuk bagi akses perjalanan terbatas tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre di Kota Batam.

Kesepakatan itu disambut pebisnis Singapura dengan menjadwalkan perjalanan ke Indonesia, melalui pintu masuk Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. Bahkan, di antara mereka sudah ada yang memesan hotel untuk menginap selama di Batam.

HBRL

Salah satu hotel pilihan warga Singapura untuk menginap di Batam adalah Asialink Hotel by Prasanthi di Batam. Hotel anyar berbintang tiga ini terletak di salah satu kawasan pusat perbelanjaan Kota Batam, tepatnya di Jalan Sriwijaya Nomor 22 Pelita.

“Sudah ada dua kamar yang dipesan warga Singapura pada 26 Oktober nanti,” ungkap General Manager Asialink Hotel by Prasanthi Batam, Arinis Narulen, Jumat (23/10/2020).

Meski berbintang tiga, hotel 11 lantai dengan interior modern ini memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang empat. Asialink Hotel Batam dilengkapi dengan 132 kamar, terdiri dari 108 Superior, 12 Deluxe, 2 Superior Deluxe, 6 Junior Suite, dan 4 Asialink Suite. Ruang lobinya luas, restoran dan bar di lantai 3, kolam renang, serta pusat kebugaran.

Asialink Batam
General Manager Asialink Hotel by Prasanthi Batam, Arinis Narulen.

Menurut Arinis, ada sejumlah alasan bagi orang-orang kaya Singapura untuk memilih Asialink Hotel sebagai tempat menginap selama di Batam. Salah satunya adalah kenyamanan dan keamanan yang dihadirkan melalui fasilitas, layanan, dan penerapan protokol kesehatan yang baik.

“Karena situasi sekarang adalah bencana virus atau pandemi, maka kita fokus mengantisipasi dengan melaksanakan protokol kesehatan yang baik dan tersistem,” ujarnya, Jumat (23/10/2020).

Penerapan protokol kesehatan ini dilakuan Asialink Hotel Batam mulai dari halaman hotel, lobi, sampai ruang kamar. Di depan pintu masuk hotel disiapkan dua wastafel di sisi kanan dan kiri untuk tamu mencuci tangan.

Kemudian memasuki pintu hotel, tamu langsung dihadapkan dengan bilik chamber sterilisasi disinfektan dengan sistem uap. Sehingga tamu tidak akan merasakan basah seperti bila disemprot cairan disinfektan.

Keluar dari ruangan khusus dengan sistem uap ini, tamu akan diarahkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh yang langsung dipindai oleh komputer. Jika suhu tubuhnya normal, maka tamu bisa menuju ruang receptionist.

“Tapi jika suhu tubuhnya melebihi 37,5 celcius, kita sarankan untuk memeriksakan diri di klinik atau rumah sakit terdekat,” kata Arinis.

Tidak hanya itu, jelas Arinis, setiap karyawan hotel juga diwajibkan menggunakan masker atau faceshield. Penerapan protokol kesehatan juga dilakukan di setiap kamar hotel.

“Kami mewajibkan kamar hotel disemporot dua kali sehari. Begitu juga setiap tamu check out, kami langsung semprot kamarnya dengan disinfektan. Sehingga semua tamu yang datang akan merasakan aman dan nyaman selama di hotel,” katanya.

Atas penerapan protokol kesehatan yang baik, Asialink Hotel Batam mendapat sertifikat dari Pemko Batam. Bersama 150 hotel lainnya, Asialink Hotel Batam menerima sertifikat penerapan pelaksanaan protokol kesehatan yang diserahkan Seketaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid pada 23 September 2020.

Sertifikat ini sebagai apreasi Pemko Batam kepada pelaku jasa usaha perhotelan yang telah mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan di tempat usahanya. Adanya sertifikat ini akan semakin memberikan keyakinan dan juga rasa aman bagi tamu hotel tersebut.

“Kita sama-sama berharap pariwisata kita bangkit kembali. Saya meyakini saudara kita dari Singapura maupun Malaysia sudah rindu mau main-main ke Batam juga,” kata Jefridin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menambahkan, Disbudpar Kota Batam dan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terus mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di perhotelan.

“Kami berharap hotel yang belum melaksanakan protokol kesehatan dapat segera melaksanakannya,” sebut Ardi.

Ardi meminta pengelola pariwisata tegas dalam menerapkan protokol kesehatan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan. Selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung, penerapan protokol kesehatan yang baik bakal memberikan kepercayaan bagi wisatawan mancanegara.

“Dapat meningkatkan kepercayaan orang luar kepada Batam, bahwa Batam sudah menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Muhammad Mansur mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang telah memperhatikan pelaku pariwisata dengan diberikannya sertifikat penerapan protokol kesehatan. Menurutnya sertifikat ini sangat bermanfaat bagi pelaku perhotelan serta diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan kepada tamu yang datang.

“Semenjak pandemi covid-19 hotel secara langsung melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah maupun protkes yang ditetapkan oleh PHRI. Sertifikat ini menjadi nilai tambah agar tamu kami dapat merasa aman dan nyaman,” ucapnya. (zak)

Pos terkait