Batam (gokepri) – Sebanyak 20 bus baru Trans Batam sudah tiba dan dioperasikan. Bus-bus ini melayani tiga rute untuk meningkatkan efesiensi transportasi publik.
Seremoni peluncuran bus baru ini berlangsung di Batam Center dengan dihadiri oleh Walikota Batam-Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Jumat sore, 29 Desember 2023. Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim menerangkan operasional 20 armada Trans Batam memakai skema Buy The Service (BTS).
BTS merupakan skema pembelian layanan yang dilakukan pemerintah untuk memberikan subsidi pelayanan transportasi publik yang bekerja sama dengan pihak swasta atau operator armada. Pemerintah Kota Batam menjalin kerja sama dengan PT Bagong Dekaka Makmur sebagai mitra operator.
Baca Juga:
- Dishub Tambah Armada Bus Trans Batam Tahun Depan
- Tahun Depan Naik Bus Trans Batam Wajib Pakai Non Tunai

“Artinya yang menyiapkan operasionalnya, minyak, sopir, perawatan pemeliharaan, semuanya itu dari pihak perusahaan. Kami hanya membayar jasa layanan mereka,” kata Salim.
Dishub Batam mengalokasikan Rp16,5 miliar melalui APBD 2024 untuk memberikan subsidi kepada Trans Batam. Subsidi ini akan dihitung berdasarkan per kilometer jarak tempuh. “Sekitar tadinya Rp13 ribu, kami nego lebih kurang Rp12 ribu seki per kilometer,” tambah Salim.
Saat ini layanan bus trans Batam sudah dibuka sebanyak 8 koridor dari 10 koridor yang direncanakan. Salim menjamin 20 unit bus trans Batam ini akan memperkuat layanan angkutan umum yang dibutuhkan.
Bus Trans Batam yang baru ini akan dioperasikan untuk wilayah Sekupang-Batamcenter sebanyak 6 unit, Tanjunguncang 6 unit, Sekupang-Jodoh 6 unit, dan cadangan 2 unit.
“Kebutuhan peremajaan masih dibutuhkan 40 bus baru. Karena operasional bus saat ini adalah 65 unit. Mudah-mudahan masih ada 40 unit lagi untuk selanjutnya,” kata Salim.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, langkah penambahan bus Trans Batam merupakan bagian dari transformasi Batam menjadi smart city, kota modern, salah satunya dengan fokus untuk memberikan layanan transportasi publik. Rudi menyebutkan akan menambah moda transportasi lain, seperti LRT.
Rudi menyampaikan penambahan armada ini juga bertujuan untuk memastikan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan perjalanan. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai untuk meningkatkan efisiensi operasional, “Ke depan saya berharap seluruh transaksi di Kota Batam sudah tidak gunakan uang tunai,” kata Rudi, usai meluncurkan 20 armada baru bus Trans Batam.
Pelayanan yang lebih baik dan keamanan menjadi prioritas, termasuk pengaturan trayek bus pada jam-jam rawan untuk menjaga keselamatan.
“Maka kami berharap pengamanan mungkin nanti trayeknya itu mulai jam enam sampai jam sembilan malam. Apabila jam enam sore sampai sembilan malam ini agak rawan maka kita minta nanti kepada Pak Salim harus diatur bagaimana,” tambah Rudi.
Wali Kota juga menyoroti pembangunan bandara dan pelabuhan sebagai langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan pengembangan infrastruktur ini, Rudi berharap Batam menjadi smart city dan menjadi role model layanan bagi daerah lain sehingga visi “Batam Kota Baru” tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









