Presiden Korea Selatan Minta Rakyatnya Tingkatkan Angka Kelahiran

Ilustrasi. Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta rakyatnya meningkatkan angka kelahiran. Foto: Freepik.com

Seoul (gokepri.com) – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta rakyatnya meningkatkan angka kelahiran. Ia bahkan menyerukan “tekad luar biasa” untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di negara tersebut.

Dilansir dari Kantor Berita Yonhap yang berbasis di Seoul, Yoon mengatakan kepada kabinetnya agar setiap lembanga pemerintahan menangani masalah rendahnya angka kelahiran.

“Waktunya semakin singkat,” kata dia, Selasa 26 Desember 2023.

HBRL

Baca Juga: 22 Orang Tewas di Korea Selatan akibat Panas Ekstrem

Yoon mendesak para pejabat untuk mengatasi masalah tersebut dengan perspektif yang berbeda secara fundamental.

Ia menyerukan “solusi efektif” terhadap angka kelahiran yang menurun. Untuk diketahui saat ini Korea Selatan memiliki angka kelahiran terendah di dunia.

Populasi yang terus menurun ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengambil kebijakan karena tingkat kesuburan negara itu tercatat pada level terendah 0,7 pada kuartal ketiga tahun ini.

“Angka tersebut jauh di bawah tingkat penggantian sebesar 2,1, yang diperlukan untuk menjaga stabilitas populasi di angka 51 juta jiwa,” menurut laporan kantor berita tersebut.

Mengacu pada “persaingan yang ketat” di bidang seperti pendidikan sebagai salah satu penyebab menurunnya angka kelahiran, Yoon mengatakan masalah rendahnya angka kelahiran mengharuskan untuk menangani situasi ini dengan lebih serius.

“Dan memikirkan penyebab sekaligus solusi dari dimensi yang berbeda dari sebelumnya,” kata dia.

Korea Selatan mengalami penurunan jumlah kelahiran baru meskipun telah mengeluarkan dana sekitar 200 miliar dolar AS (sekitar Rp3,08 kuadriliun) selama 16 tahun terakhir untuk mendorong pertumbuhan penduduk.

Dalam laporannya baru-baru ini, Forum Ekonomi Dunia mengingatkan bahwa jika angka kelahiran yang rendah saat ini terus berlanjut, maka jumlah kelahiran di negara Asia Timur itu akan berkurang setengah dari angka kelahiran saat ini pada akhir abad ini.

Korea Selatan memiliki tingkat kelahiran yang rendah sepanjang masa selama tiga tahun berturut-turut pada 2022, dengan hanya 249 ribu bayi yang lahir di negara itu, yang menyebabkan penurunan populasi sebesar 4,4 persen dari rekor terendah sebelumnya pada 2021, menurut Lembaga Statistik Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara/ Anadolu

Pos terkait