Estetika Welcome to Batam Tertutup Semak hingga Pembangunan Properti

welcome to batam
Landmark Welcome to Batam di Bukit Clara tertutup semak hingga rencana pembangunan properti. Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (gokepri.com) – Landmark Welcome to Batam jadi sorotan dari masyarakat dan pengunjung. Semak belukar dan pohon-pohon meninggi mulai menutupi tulisannya, belum lagi pembangunan properti di sekitarnya yang disinyalir akan mengurangi estetika.

Salah seorang fotografer, Yusri yang biasa memotret pengunjung mancanegara di area landmark Kota Batam itu mengatakan bahwa pengunjung kerap mengeluhkan semak belukar dan pohon-pohon yang menutupi tulisan ikon wisata Batam itu.

“Terkadang tamu-tamu yang dari luar itu bertanya sama saya, kenapa pohon ini nggak dipotong, tulisannya berkarat-karat terus kita mau jawab apa?” kata Yusri, Rabu, 2 November 2023.

HBRL

Baca Juga: Event Sampan Layar di Bulang Jadi Magnet Baru Pariwisata Batam

Yusri bahkan mengaku sempat beberapa kali ingin membersihkan secara mandiri semak belukar dan pohon-pohon yang meninggi di sekitar tulisan itu.

Namun, ia mengatakan tak mampu membersihkannya sebab landmark yang berada di Bukit Clara itu sulit untuk dibersihkan dengan peralatan seadanya.

“Sementara kita hanya pekerja (motret) di sini aja. Tidak ada hak kami untuk ke situ. Tolong dong pemerintah, tolong dibersihkan. Ini soalnya ikon Batam untuk mancanegara, bukan hanya lokal lagi yang berkunjung,” katanya.

Pembangunan properti berupa ruko dan apartemen di sekitar area ikon Batam itu juga menjadi keresahan Yusri.

“Kemarin dengar informasi di sini mau bangun ruko, itu kita nggak tahu setingginya berapa, tulisannya tertutup atau enggak, kita nggak tau juga informasinya,” ujar Yusri.

Ia menilai apabila bangunannya terlalu tinggi nanti akan menutup tulisan yang menjadi kebanggaan warga Batam itu.

“Otomatis kita cari tempat kerja yang lain lah mungkin, nggak bisa lagi kita standby di sini kalau udah tertutup. Soalnya kita cari makan dengan adanya tulisan itu,” kata Yusri.

Yusri berharap pemerintah bisa membersihkan ikon Kota Batam itu untuk tetap menjadi daya tarik dan bisa dinikmati oleh pengunjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait