Batam (gokepri.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggelar Pelatihan Digital Entrepreneurship bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Batam.
Pelatihan ini digelar berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam.
Sebanyak 450 pelaku IKM dan UKM mengikuti pelatihan digital entrepreneurship yang digelar di Hotel Harmoni One, Senin, 30 Oktober 2023.
Baca Juga: Kepri Naikkan Plafon Pinjaman Modal UMKM Bunga 0 Persen
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan pelaku usaha di Batam masih kesulitan dalam mengembangkan usahanya di era digital.
Ia menyebut telah mendatangkan narasumber dari perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha.
“Kegiatan ini dalam rangka wirausaha, jadi pelaku-pelaku UKM kita selama ini memang secara spesifik terhadap internet kurang ya. Jadi kami mencoba menghadirkan semua narasumber dari semua perguruan tinggi ya bisa nanti akan mereka ini tampil untuk usaha jadi tidak lagi wacana, jadi usaha,” kata Gustian.
Gustian juga menyampaikan, pemerintah juga telah bekerjasama dengan Bank BSI dan BRI untuk membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya dengan memberikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan untuk pinjaman hingga Rp100 juta.
“Tadi sebelum acara saya sudah ketemu sama Bank BSI adanya untuk pinjaman dana KUR. Kenapa, jangan sampai nanti selesai pelatihan tapi tidak ada solusinya, karena salah satu solusinya kan mencari dana untuk bagaimana mengembangkan usaha. Jadi bank menyampaikan bahwa dari 0 sampai dengan Rp100 Juta itu tanpa jaminan,” jelas Gustian.
Disperindag mencatat pelaku IKM dan UKM di Batam mencapai 1.900 meningkat dari tahun sebelumnya diangka 1.816 pelaku usaha.
“Saya berharap ini untuk berlanjut karena ekonomi kan jalan kalau usaha-usaha ini bisa jalan,” kata Gustian.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pelatihan ini juga harus dilanjutkan dengan memberikan pemahaman dalam memasarkan produk ke pangsa pasar yang lebih luas.
“Kemampuan skill masyarakat entrepreneur ini dengan pelatihan ini tidak cukup ini hanya IT-nya aja tapi kemampuan untuk satu hasil dari produk mereka ini perlu kita teruskan sebenarnya,” kata Rudi.
Ia berharap dengan pelatihan ini, narasumber memberikan ilmunya kepada pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
“Nanti ke depan disiapkan oleh dinas ataupun mereka-mereka pengusaha besar itu bisa turun kan ilmu mereka karena ilmu mereka yang level bawah ini bisa hidup,” tambah Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









