Batam (gokepri.com) – Terkait rencana proyek strategis nasional, Rempang Eco City, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menekankan komunikasi persuasif harus dilakukan di tengah tenggat waktu untuk melakukan clear and clean kawasan Rempang.
Ia percaya jika komunikasi dilakukan dengan persuasif maka akan mendapatkan solusi di tengah polemik yang terjadi.
“Insya Allah kita akan melihat perkembangan dan kita sedang berbicara bukan persoalan tanggal, bagi saya itu memang sudah diputuskan di awal, tapi yang terpenting adalah cara-cara komunikasi yang baik. Jadi yakinlah bahwa kita pemerintah juga punya hati,” kata Bahlil di Batam, Minggu 17 September 2023.
Baca Juga: Rempang dan Impian Habibie: Pemerintah Tak Mungkin Sengsarakan Masyarakat
Bahlil juga mengajak untuk tidak membawa proyek strategis nasional ini kedalam isu-isu politik.
“Yang berikut saya mohon jangan dipolitisir, jangan dibuat seolah-olah Pak Gubernur dan Pak Wali Kota ini ada masalah,” kata Bahlil.
Ia mengatakan ingin membangun negara, urusan politik tunggu Pemilu. Jangan bangun negara tapi mengurus politik juga.
“Kalau ingin jadi bupati, jadi wali kota, gubernur, tunggu Pilkada,” kata dia.
Bahlil mengatakan dengan hadirnya investasi di daerah akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
“Jadi kita urus dulu penciptaan lapangan pekerjaan, tadi itu arahan Rp 4,1 triliun. Untuk peningkatan PAD tinggi harus ada investasi masa kalah dari negara tetangga,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan akan langsung bertemu masyarakat Pulau Rempang untuk melakukan komunikasi terkait persoalan yang terjadi.
“Bagi saya itu jauh lebih penting. Kita harus pergi bicara sama keluarga-keluarga di sana dengan baik-baik lah. Mau cepat atau mau apa itu soal lain tapi caranya aja yang harus kita bicarakan,” tegasnya.
Bahlil menyebut investasi dengan jumlah yang besar ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja.
“Investasi ini pak jadi bukan barang yang seperti tanam dari sebuah pohon, kita ini berkompetisi global, itu FDI (Foreign Direct Investment) terbesar itu di wilayah tetangga bukan di kita, ini kita merebut investasi untuk diciptakan lapangan pekerjaan kalau kita tunggunya terlalu lama emang dia mau tunggu kita,” kata Bahlil.
Bahlil menyampaikan apabila investasi ini tidak dapat dilakukan sesuai waktu yang direncanakan, Indonesia akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk menambah pendapatan guna percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Kita butuh mereka tapi juga kita harus hargai yang di dalam, tapi bukan berarti kita kembalikan, ini bukan dana APBN, ini anggarannya bukan sedikit ini investasinya total Rp300 triliun lebih,” ujarnya.
Bahlil mengatakan untuk tahap pertama investasi yang dikucurkan sebesar Rp175 triliun. Jika lepas itu berarti potensi PAD dan penciptaaan lapangan kerja juga akan hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









