Batam (gokepri) – Kota Batam dihadapkan pada permasalahan pasokan air bersih. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, akhirnya mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah warga kesulitan air.
Rudi menegaskan pentingnya penyelesaian segera terhadap masalah air yang terjadi. Polemik air berdampak buruk terhadap kebutuhan masyarakat Kota Batam.
Dalam rapat terbatas yang melibatkan Badan Usaha SPAM dan PT Air Batam Hilir di Balairung Sari BP Batam pada Senin (19/6/2023), Rudi memerintahkan SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hulu-Hilir (ABH) untuk menyikapi permasalahan ini dengan sungguh-sungguh dan mencari solusi sampai tuntas.
“Saya minta permasalahan air harus segera diselesaikan dengan tuntas. Bukan hanya mengatasi masalah di hilir, tetapi juga memperhatikan persoalan di hulu. Mengingat DAM Muka Kuning dengan kapasitas 350 liter per detik berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air di daerah yang sulit dijangkau. SPAM BP Batam dan PT ABH harus saling sinergi dan berkoordinasi dalam menghadapi polemik ini,” tegas Rudi dalam siaran pers yang diterima gokepri, Selasa 20 Juni 2023.
Tidak hanya fokus pada kebocoran pipa, Rudi juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan masyarakat yang berada di daerah yang rentan terhadap kekurangan air atau stress area. Tujuannya adalah memastikan bahwa kebutuhan masyarakat atas air terpenuhi.
Rudi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini tanpa membiarkannya berlarut-larut dan merugikan banyak pihak. Dalam upaya tersebut, ia berencana membentuk tim khusus yang akan bertanggung jawab dalam menangani permasalahan air secara menyeluruh.
“Jika diperlukan, kami akan membentuk tim khusus. Saya tidak ingin melihat masyarakat menjadi korban,” tambahnya.

Direktur Operasional PT Air Batam Hulu – Hilir (ABH), Muji Aman, menyatakan perbaikan terhadap kebocoran pipa sedang berlangsung. Perseroan berkomitmen untuk memulihkan pasokan air kepada masyarakat seiring dengan progres perbaikan yang dilakukan.
“Kami sudah berhanji kepada masyarakat bahwa pada bulan September semua permasalahan kebocoran akan terselesaikan. Dalam dua bulan ke depan, kami akan bekerja keras untuk menuntaskan masalah ini. Kami tidak hanya fokus pada kebocoran pipa, tetapi juga memaksimalkan pemenuhan air di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ungkap Muji Aman dengan tekadnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









