Batam (gokepri.com) – Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam meminta tiap guru yang ada di kota Batam mengikuti seminar perlindungan anak.
Seminar perlindungan anak dilakukan bertujuan untuk menyosialisasikan UU Perlindungan Anak, agar tidak terjadi lagi perbuatan pencabulan siswa.
“Kami sudah surati sekolah-sekolah. Dinas pendidikan dan lainnya agar setiap guru wajib mengikuti seminar perlindungan anak,” kata Abdillah Rabu 7 Juni 2023.
Baca Juga: Kasus Pencabulan di Batam Meningkat, Pers Diminta Bijak dalam Pemberitaan
Ia menjelaskan kasus pencabulan anak di bawah umur di Kota Batam terus mengalami peningkatan, dan Kota Batam darurat anak pada 2023. Kasus pencabulan pada anak terjadi karena orang terdekat.
Berdasarkan data yang dimilikinya sejak tahun 2022 lalu kasus pencabulan terus mengalami peningkatan. Bahkan sampai memasuki tahun 2023. Kasus pencabulan anak dibawah umur ini, perlu perhatian khusus. Tak hanya KPPAD sebagai pengawasan namun perlu adanya keterlibatan semua pihak.
Ia juga menekankan kepada seluruh insan pers agar pemberitaan soal kasus pencabulan agar tak dipublikasikan secara jelas. Sebab, dapat menghambat penyembuhan korban.
“Jadi kami mohon pemberitaan soal kasus pencabulan ini jangan dimasukkan semua identitas korban. Karena ini membuat korban lambat sembuh,” kata dia.
KPPAD terus melakukan koordinasi dan melakukan pengawasan dengan semua pihak agar kasus pencabulan tak marak. Termasuk sosialisasi tentang undang-undang perlindungan anak.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Budi Hartono mengatakan, sepanjang 2023 jajaran kepolisian Polresta Barelang menerima 41 laporan kasus pencabulan di Kota Batam.
Kasus pencabulan yang terima itu telah terjadi di 12 kecamatan di Batam. Sebagian laporan itu saat ini telah dalam proses penyelidikan.
“Ada 41 LP selama 2023 ini. Mulai dari Januari hingga Juni,” kata dia Senin 6 Juni 2023.
Budi menjelaskan, laporan kasus pencabulan pada tahun 2023 cukup banyak. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan orang tua agar lebih intens mengawasi anak-anaknya.
“Sebagian masih dalam penyelidikan, masih dalam proses,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis : Engesti









