BATAM (gokepri) – Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 7 persen sepanjang 2022.
Emiten berkode saham PGAS itu mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk senilai USD326,2 juta atau setara Rp4,84 triliun (kurs Rp14.850 per US$). Naik 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
PGN berhasil menjaga kinerja operasional pada tahun 2022 di masa normalisasi pasca pandemi COVID-19 dan situasi ketidakpastian dampak dari kondisi geopolitik global. PGN terus mengoptimasi perluasan infrastruktur gas bumi dan kehandalan pasokan, khususnya di masa transisi menuju Net Zero Emission.
Baca Juga: PGN Pastikan Pasokan dan Layanan Gas Bumi Aman selama Idul Fitri 2023
Direktur Utama PT PGN Tbk., M Haryo Yunianto menyampaikan dalam menghadapi kondisi eksternal yang ada, pada tahun 2022, PGN mengembangkan kebijakan penerapan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan seluruh proses bisnis, optimasi dan efisiensi.
Untuk menjaga margin perusahaan, PGN meningkatkan kegiatan Niaga Gas Bumi kepada sektor-sektor baru dan moda beyond pipelines melalui inisiasi proyek LNG Retail dan pengembangan penyaluran gas via moda Compressed Natural Gas.
“Dengan menjalankan strategi ini, PGN berhasil mencatatkan Laba Bersih Tahun Berjalan Yang Diatribusikan ke Entitas Induk USD326,2 juta atau setara Rp4,84 triliun, dengan kurs IDR/USD: Rp 14.850) atau 7 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis yang diterima gokepri, Sabtu 15 April 2023.
Laba bersih berasal dari pendapatan sebesar USD3,6 miliar. Dari pendapatan tersebut, PGN mencatatkan, Laba Bruto sebesar USD780,5 Juta, Laba Operasi sebesar USD592,2 Juta dan EBITDA sebesar USD1.216,8 juta.
“PGN berhasil melanjutkan kinerja positif 2022, dengan kinerja volume niaga gas periode Januari s/d Desember 2022 mencapai 896 BBTUD. Sedangkan untuk volume transmisi tahun 2022 adalah sebesar 1.190 MMSCFD,” jelas Haryo.
Dari sisi operasional, volume lifting minyak dan gas di tahun 2022 meningkat menjadi 28.870 BOEPD dari 24.086 BOEPD serta adanya kenaikan ICP yang tinggi, termasuk hal yang signifikan berkontribusi pada kinerja keuangan tahun 2022.
Adapun transportasi minyak, juga menunjukkan kenaikan kinerja yang sangat signifikan yang mencapai 38.471 BOEPD dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9.706 BOEPD. Untuk kinerja LPG processing mencapai sebesar 134 Ton per hari, meningkat signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 92,7 Ton per hari.
PGN terus meningkatkan akuisisi pelanggan baru dan menangkap peluang sinergi yang terlihat dari peningkatan infrastruktur pipa jaringan gas bumi naik 6,94 persen atau 748 km menjadi 11.524 km pada 2022 dan total pelanggan PGN yang mencapai 838.953 pelanggan.
“Pada tahun 2023 kami memegang komitmen sebagai Subholding Gas Pertamina untuk mewujudkan kemandirian energi di dalam negeri melalui penguatan pemanfaatan gas dan perluasan infrastruktur gas bumi, khususnya peningkatan peran pada masa transisi energi menuju Net Zero Emission(NZE),” pungkas Haryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Candra Gunawan








