BATAM (gokepri) – Kekurangan juru las atau welder dan fitter menghambat produksi galangan kapal di Batam. Proyeksi industri setidaknya butuh ribuan juru las, sementara pemerintah daerah terbentur anggaran pelatihan.
Industri galangan kapal di Batam kembali bergeliat setelah industri pelayaran bangkit dari keterpurukan. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah kekurangan tenaga kerja terampil, terutama tenaga welder dan fitter atau pemasang plat baja kapal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan pelatihan kerja bagi tenaga welder atau tukang las membutuhkan anggaran yang besar. Pelatihan kerja menjadi solusi agar Batam bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja galangan kapal terutama profesi welder atau juru las dan fitter.
“Anggaran untuk membuat pelatihan itu sangat besar, kalau dihitung satu orang bisa Rp15 juta. Jadi agak sulit memenuhi kebutuhan saat ini,” kata Rudi saat dihubungi pada Jumat 24 Februari 2023. Disnaker Batam mencatat Batam membutuhkan sekitar 5.000 tenaga welder untuk memenuhi kebutuhan proyeksi galangan kapal dua tahun ke depan. Namun, mencetak tenaga welder yang profesional memerlukan waktu yang panjang.
Rudi mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP) Medan dan Padang untuk menyiapkan tenaga welder di Batam. Namun, ia mengakui bahwa anggaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk mengoptimalkan situasi ini, Rudi meminta perusahaan membuat pelatihan kerja secara mandiri. “Ya, kalau mereka butuhkan, bikin saja sendiri dulu. Kami pasti akan berupaya untuk mengatasi kekurangan ini,” ujarnya.
Rudi mengatakan ia telah berdiskusi dengan IPERINDO. Ia mengatakan jika memungkinkan, pelatihan tersebut dapat dibuat gratis melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau kerjasama lainnya.
Tantangan kekurangan tenaga kerja terampil, khususnya tenaga welder dan fitter, merupakan masalah yang membutuhkan solusi cepat dan efektif. Kerja sama antara Disnaker Batam, BBPVP Medan dan Padang, serta perusahaan diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini agar produksi galangan kapal di Batam dapat berjalan lancar.
Diberitakan, ramainya permintaan produksi dan perawatan kapal membuat industri galangan kapal di Batam bergairah. Namun tantangan sekarang adalah kekurangan pekerja terampil juru las atau welder dan fitter atau pemasang plat baja kapal.
Pengusaha galangan kapal di Batam tengah bersiap panen pesanan setelah industri pelayaran kembali bergeliat. Namun mereka menghadapi tantangan di tengah ramainya angka permintaan. Salah satu kendala yang mereka hadapi adalah kurangnya tenaga kerja las dan fitter.
Tantangan ini menyebabkan produksi di beberapa galangan kapal terhenti, menurut Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO). Sulitnya merekrut tenaga welder dan fitting sudah terjadi sejak 2022 lalu. Akibatnya, sejumlah produksi di galangan kapal terhenti.
“Kami (galangan kapal) kekurangan tukang las. Akibatnya, sejumlah produksi di galangan kapal terhenti,” ungkap Ketua DPC IPERINDO Kepri Ali Ulai, Kamis 23 Februari 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: GALANGAN KAPAL BATAM: Musim Panen tapi Minim Juru Las
Penulis: Engesti









