Pemilihan Waketum PSSI Memanas, Polling Diulang

Pemilihan waketum PSSI memanas
KLB PSSI memanas, voters protes dengan hasil pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI - Bisnis Indonesia/Lukman

JAKARTA (gokepri) – Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berlangsung panas setelah pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi awalnya terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI untuk periode 2023-2027 dalam KLB PSSI, pada Kamis (16/2/2023).

Zainudin Amali meraih 66 suara dari voters, sementara Yunus Nusi memperoleh total 63 suara. Sedangkan Ratu Tisha mendapatkan 14 suara. Namun, suasana di dalam kongres berubah ketika Komite Pemilihan (KP) memutuskan hasil pemungutan suara untuk Wakil Ketua Umum PSSI.

HBRL

Banyak voters yang merasa dicurangi dan menduga adanya manipulasi data dari KP selaku penyelenggara. Togar Simanjuntak, Direktur Keuangan Persiba Balikpapan, mengatakan bahwa ada beberapa voters yang merasa suara mereka dihilangkan. Ada pula yang nulis nama Syauqi (Soeratno) hilang, dan ada yang menulis (Ahmad) Riyadh hilang. Oleh karena itu, banyak voters memprotes Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang diduga telah mengkhianati mantan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Mochamad Iriawan kemudian memutuskan untuk melakukan pemungutan suara ulang. “Sementara banyak yang menulis (memilih) Ratu Tisha hilang, ada yang nulis nama Syauqi (Soeratno) hilang, ada yang nulis (Ahmad) Riyadh hilang, sehingga usul dari teman-teman ganti KP,” ucap Togar Simanjuntak. Togar menambahkan bahwa para voters geram dengan Exco PSSI periode sebelumnya, yang disebut telah mengkhianati Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan.

Meskipun demikian, Togar membantah adanya kekerasan fisik dalam KLB PSSI. Ia hanya mengatakan bahwa voters melakukan protes keras karena suara mereka dihilangkan.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyerukan agar semua pihak menghormati proses demokrasi dalam KLB PSSI. Ia juga meminta KP untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan adil dan jujur, serta mengedepankan transparansi.

KLB PSSI sendiri adalah kongres yang digelar setiap empat tahun sekali untuk memilih pengurus PSSI. Dalam KLB ini, seluruh pengurus PSSI dan anggota terlibat dalam proses pemilihan dan penetapan pengurus PSSI yang baru. Karena itu, KLB PSSI dianggap sebagai salah satu momen paling penting bagi sepak bola Indonesia, dan hasilnya akan memengaruhi arah perkembangan sepak bola Indonesia selama empat tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Terpilih Jadi Waketum PSSI, Zainudin Amali dan Yunus Nusi Dampingi Erick Thohir

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait