Program Bapak Asuh, Tekan Penurunan Angka Stunting di Batam

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Program bapak asuh anak stunting (BAAS) jadi terobosan baru Pemerintah Kota Batam dalam menurunkan angka stunting di Kota Batam.

Wakil Wali Kota Batam yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan program bapak asuh ini merupakan program baru yang melibatkan sejumlah pemangku kebijakan, seperti TNI/Polri, pelaku usaha, hingga instansi terkait dinilai dapat mempercepat penanganan stunting di Kota Batam.

“Program bapak asuh ini di mulai dengan penunjukkan Pak Kasad sebagai bapak asuh stunting, yang kemudian diturunkan ke tingkat provinsi ada Pak Danrem dan di tingkat kabupaten/kota ada Pak Dandim,” kata Amsakar, Jumat 13 Januari 2023.

HBRL

Ia berharap, dengan adanya upaya itu penanganan stunting ini lebih ditekan.

“Untuk di Batam semuanya sudah terbentuk (BAAS) dan semua sudah melaksanakan tugas itu,” ujar Amsakar.

Lebih lanjut ia menyampaikan pihaknya juga meningkatkan koordinasi dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kota Batam, terutama dalam sistem manajemen data stunting.

Berdasarkan data pada tahun 2020 prevalensi stunting di Batam sebesar 7,21 persen turun menjadi 6,02 persen di tahun 2021. Dan pada Februari tahun 2022 turun menjadi 3,38 persen.

Pemko Batam juga telah membentuk kader pendamping keluarga yang berjumlah 1.632 orang yang terbagi dalam 544 tim. Kinerja pencegahan stunting juga didukung kader posyandu yang berjumlah 3.640 orang.

“Lakukan koordinasi untuk menggerakkan tim pendamping keluarga, kader posyandu, kader KB dan bidan untuk melakukan pendataan dan penanganan secepat mungkin yang berkaitan dengan empat hal yang utama adalah dalam manajemen data,” kata dia.

Baca Juga: Rudi Gandeng Kader Posyandu demi Menekan Laju Stunting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Engesti

Pos terkait