BATAM (gokepri.com) – Grab menggelar Program Grab Jelajah Kota. Dalam kegiatan tersebut para driver Grab di Batam diberi pelatihan jadi pemandu wisata.
Sebanyak 30 mitra pengemudi Grab ikut pelatihan yang diselenggarakan di Melawa Teh dan Kopi Teh Tarik Belakang Padang, berlokasi di Ruko KBC Blok. A2, No. 6-7, Batam Center.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.
Ardi memaparkan tentang pariwisata Kota Batam kepada Mitra Pengemudi Grab. Diawali dengan informasi konsep 3A yakni aksesbilitas, amenitas dan atraksi dalam pengembangan pariwisata.
Ardi mengatakan, Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mendedikasikan Batam sebagai kota pariwisata.
Hal itu bisa dilihat dari infrastruktur yang tengah dikembangkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Aksesbilitas yang dibangun supaya wisatawan datang tidak merasakan macet, destinasi bisa dikunjungi. Aksesbilitas ini yang paling penting baik darat, laut, dan udara. Cek kondisi Batam sekarang,” katanya.
Batam juga punya amenitas yang lengkap seperti 365 hotel, 1035 restoran, 5 pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sebagainya. Batam juga mempunyai atraksi seperti atraksi alam, budaya, dan buatan.
“Luar biasa besok kita gelar Pawai Budaya Nusantara dalam rangka Hari Jadi Batam (HJB) ke 193 tahun. 20.000 masyarakat Batam yang datang ke Dataran Engku Putri,” kata Ardi.
Ardi juga menyebut 10 destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara (wisman) diantaranya wisata religi, budaya, kuliner, olahraga, belanja, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Mice).
“Wisatawan ke Batam untuk golf juga, coba armada Grab kerjasama dengan golf,” sarannya.
Wisata lainnya ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dan Masjid Tanjak. Lalu wisata kuliner salah satunya Melawa Teh dan Kopi Teh Tarik Belakang Padang, yang mengangkat kearifan lokal.
Dalam dunia wisata juga ada yang namanya 7 sapta pesona. Terdiri dari Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan.
“Bapak-bapak bawa mobilnya harus aman dan tertib, mobilnya dijamin bersih, ramah misalnya bisa berkomunikasi. Jika enamnya dilakukan maka bapak dapat kenangan dan wisatawan akan kembali ke Batam,” ujarnya.
Area Manager Grab, Hervy Deviyanto mengatakan Pelatihan Pemandu Wisata ini sebagai modal kerja bagi mitra pengemudi Grab.
“Terima kasih Pak Ardi (Kepala Disbudpar Kota Batam) telah menjabarkan apa yang dijual di Batam,” ucapnya.
Batam merupakan kota pariwisata, ia mengharapkan mitra pengemudi Grab mengenal sejarah yang ada di Kota Batam. Ia berharap para driver Batam dapat menguasai daerah Batam termasuk potensi wisata yang bisa dijual kepada wisatawan pengguna Grab.
Baca Juga: Grab Imbangi Kenaikan Tarif dengan Diskon dan Layanan Baru
Penulis: Asrul Rahmawati









