Batam, (gokepri.com) – Sektor lapangan usaha industri pengolahan atau manufaktur masih menjadi penopang ekonomi Kota Batam sepanjang 2021. Menyumbang hingga 58 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menyebut setelah industri manufaktur, sektor konstruksi dan perdagangan menjadi penopang kedua dan ketiga sebagai kontribusi pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 4,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.55 persen.
BPS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Batam terus menanjak di tahun 2022.
“Perekonomian di Batam 58,41 persen disumbang oleh industri pengolahan, artinya hampir 60 persen atau setengahnya lebih ekonomi ditopang oleh industri pengolahan yang berorientasi ekspor serta industri menengah dan kecil,” kata dia, Jumat 29 Juli 2022.
Menurut Rahmad, dengan adanya pandemi membuat industri di negara lain mengalami lockdown sehingga membawa pengaruh positif untuk pengolahan di Batam.
Selain manufaktur, konstruksi juga menjadi salah satunya. BPS mencatat konstruksi menjadi faktor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi.
Sebab, sektor konstruksi menyumbang 20 persen bobot dari PDRB Batam 2021.
“Kita tahu sejak 2021 Batam tidak hanya konsen terhadap pengentasan sumbangan-sumbangan pada masyakarat yang terdampak COVID-19, tapi eskalasi pembangunan fasilitas dan infrastruktur hingga sekarang,” katanya.
Selanjutnya, perdagangan. Menurut Rahmad, sektor perdagangan menyumbang pertumbuhan sebesar 5,87 persen. Ia menyebut, dari beberapa sektor tadi sudah mampu menopang hampir 85 persen ekonomi di Batam.
“Dari tiga sektor ini saja, Batam sudah bisa mendapatkan formasi bobot PDRB hampir 85 persen, baru sekitar 15 persen lagi dari jasa keuangan, informasi komunikasi, pengadaan listrik, transportasi, akomodasi,” katanya.
Penulis: Engesti
- Baca Juga: Ekonomi Batam Kian Bergeliat karena Lebaran









