Batam (gokepri.com) – Warga Kota Batam merasakan suhu panas yang berlangsung sejak dua bulan terakhir. BMKG menyatakan suhu menyengat di kota ini masih normal.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan laporan suhu maksimum harian di Indonesia berdasarkan 20 stasiun meteorologi di Indonesia pada 29 Mei 2022. Dalam laporan itu, suhu maksimum Kota Batam mencapai 33,6 derajat celsius. Paling panas di Stasiun Meteorologi Paloh yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Suhunya 35,3 derajat celsius.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Hang Nadim Batam Suratman mengatakan cuaca panas di Batam saat ini masih terhitung normal.
“Kondisi ini masih normal,” kata Suratman saat dihubungi, Selasa 31 Mei 2022.
Pihaknya menyebut kondisi cuaca panas ini disebabkan tutupan awan yang sedikit sehingga pancaran sinar matahari langsung sampai ke Bumi. Di samping itu, sinar matahari juga menyababkan terjadinya penguapan air laut sehingga membuat gerah.
“Untuk suhu maksimal normalnya 33.6 saat ini masih diangka tersebut,” kata dia.
Meski begitu, lanjut dia, potensi hujan tetap ada. Sebab kondisi ini berlangsung fluktuatif cuaca panas bisa terjadi dalam beberapa hari dan hari berikutnya akan terjadi hujan.
“Dengan ada penguapan yang tinggi membentuk awan hujan, maka setelah beberapa hari panas akan terjadi hujan selanjutnya panas, begitu seterusnya,” kata dia.
Ia menyebut kondisi ini diprediksi sampai priode puncak hujan yakni November-Desember.
Dengan adanya cuaca panas ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat menjaga tubuh agar selalu dalam kondisi cukup cairan, sehingga terhindar dari dehidrasi.
“Banyak minum air putih terutama yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau yang tekena paparan sinar matahari,” katanya.
Selain itu, dirinya juga mengimbau agar masyarkat agar tidak membakar sampah di siang hari. Sebab, benda-benda dilingkungan sekirar sangat kering dan mudah terbakar.
“Puntung rokok atau bakar sampab jangan dulu jangan sampai terjadi kebakaran lahan atau hutan,” kata dia.
Kondisi cuaca panas di Kota Batam ini juga dikeluhkan oleh warga Batam, Jessica salah satunya, dirinya yang sehari-hari beraktiviatas di luar ruangan mersa suhu di Batam tidak seperti biasanya.
“Masa baru jam 7 pagi panasnya kayak jam 11 siang,” keluhnya.
Dia bilang, kondisi ini sangat mempengaruhui kinerjanya sebagai pekerja di lapangan.
Penulis: Engesti









