Serunya Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama di Pulau Belakangpadang

Pulau Belakangpadang atau Pulau Penawar Rindu di Kota Batam. Foto: Dok. Gokepri.com

Batam (gokepri.com) – Bulan Ramadhan identiknya dengan ngabuburit bukan? Aktivitas menunggu waktu berbuka puasa.

Jika Anda kebetulan sedang berada di Kota Batam, atau sedang merencanakan untuk
pergi ke Batam di Bulan Ramadan ini. Anda dapat menambahkan list mengunjungi pulau yang satu ini, Pulau Belakangpadang sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Bukan tanpa alasan. Ini karena di Pulau Belakangpadang akan memberikan pengalaman dan pemandangan yang tidak ada duanya di tempat lain.

HBRL

Di sini Anda tak perlu khawatir akan kesulitan mencari hidangan berbuka puasa. Ada banyak warung dan kedai makan yang menyediakan hidangan berbuka, serta tempat bersantap dengan pemandangan yang indah jelang waktu berbuka puasa.

“Pulau ini dijuluki Pulau Penawar Rindu ini dan letak geografis yang berbatasan langsung
dengan Singapura. Menjadi keunikan atau daya tarik tersendiri Belakangpadang dapat
dikembangan menjadi sebuah destinasi wisata di Kota Batam,” ujar Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri saat berbuka puasa di Belakangpadang, Ahad, 10 April 2022.

Buralimar menerangkan, ada 6 kelurahan yang termasuk dalam wilayah kecamatan Belakangpadang, yakni Kelurahan Pemping, Kelurahan Kasu, Kelurahan Pecong, Kelurahan Pulau Terong, Kelurahan Sekanak Raya dan Kelurahan Tanjung Sari.

Begitu sampai di Pelabuhan Belakangpadang, ada tempat makan yang sangat terkenal yakni Kedai Kopi Botak, Ameng dan Cafe Haji Sulaiman yang wajib disinggahi. Selain itu, ada banyak pilihan tempat makan lain yang tidak kalah enak.

Karena penduduk asli di sini adalah orang Melayu, pastinya makanan kuliner khas Melayu yang paling banyak dijajakan. Tak perlu risau, ada juga menu makanan lain yang dijual, itu karena penduduknya sendiri terbilang heterogen dan kebanyakan pendatang.

Ada satu tempat makan yang menyediakan menu khas Melayu seperti Mie Lendir dan Roti
Prata, ditambah menu dari wilayah nusantara lainnya seperti mie goreng, soto dan es cendol yakni Kedai Kopi Botak.

Kedai Kopi ini sangat dekat dengan pelabuhan kapal pancung. Sampai di gerbang pelabuhan, langsung saja sedikit berbelok ke arah kanan menuju pasar. Jangan heran jika sangat ramai.

Apalagi saat di jam sarapan pagi dan akhir pekan. Butuh sedikit perjuangan agar mendapat
tempat duduk. Itu karena Kedai Kopi Botak paling strategis menghadap langsung ke pelabuhan.

Ada juga tempat enak lainnya yakni Kedai Kopi Ameng.

“Kalau gak Kedai Kopi Botak, ya Kedai Kopi Ameng. Teh tariknya paling enak ya di sini. Orang-orang ke Belakangpadang rata-rata penasaran dengan rasa teh tariknya. Emang betulan enak. Beda rasanya dengan teh tarik di tempat lain,” kata Aisyah, salah satu pengunjung dari Kota Tanjungpinang.

Selesai menyantap sajian berbuka puasa dan ingin melanjutkan ibadah shalat maghrib hingga taraweh, tidak jauh dari pelabuhan terdapat masjid terbesar di Belakangpadang yakni Masjid At-Takwa.

Mayoritas penduduk di sini adalah orang Melayu yang masih memegang teguh tradisi. Yang
kebanyakan lebih nyaman tinggal di rumah panggung dari kayu yang berdiri dengan pancang di laut.

Dinamika kehidupannya sangat menarik, para kepala keluarga kebanyakan menjadi
nelayan atau pengemudi pancung.

Belakangpadang merupakan sebuah pulau yang tidak begitu luas. Jika hendak ke sini harus
menyeberang dari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) menggunakan perahu pancung yakni sejenis sampan kayu dan beratap terpal, berukuran sedang dan bermesin tempel.

Menyebrang dengan perahu pancung adalah satu daya tarik utama Belakangpadang. (*)

Pos terkait