Batam (gokepri.com) – PLN Batam saat ini terus berupaya untuk menggesa perbaikan gangguan pembangkit Mitra Energi Batam (MEB) Unit I.
Gangguan pembangkit MEB Unit I membuat Batam mengalami defisit daya sekitar 25 Mega Watt. Dampaknya, PLN Batam pun terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir kepada pelanggan.
Pemadaman bergilir sudah dilakukan PLN Batam sejak beberapa hari yang lalu, rata-rata pemadaman sekitar 2-3 jam. Tergantung dengan kondisi cuaca yang terjadi di Kota Batam.
Corporate Secretary Bright PLN Batam, Hamidi Hamid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atau pelanggan, karena pemadaman bergilir yang dilakukan pihaknya.
- Baca Juga : Jadwal Pemadaman Bergilir PLN Batam Hari Ini Senin 21 Maret 2022, Sebagian Besar Kecamatan Terkena Dampaknya
Menurutnya, gangguan pembangkit yang terjadi saat ini diluar rencana bright PLN Batam. Namun, pihaknya terus berupaya agar suplai listrik di Batam dapat segera kembali normal.
“Jadi gangguan pembangkit MEB I saat ini memang berdampak terhadap pengurangan daya ke pelanggan,” kata Hamidi, Senin 21 Maret 2022.
Hamidi menjelaskan, kelistrikan di Batam diperkirakan akan kembali normal pada awal April mendatang. Hanya saja PLN Batam saat ini tengah berusaha untuk mempercepat perbaikan gangguan pembangkit tersebut.
Dijelaskannya bahwa yang menjadi kendala saat ini adalah sparepart yang dibutuhkan untuk perbaikan tidak tersedia di Indonesia. Sehingga harus dilakukan pemesanan dari luar negeri.
“Hal ini yang membuat perbaikan membutuhkan waktu, karena sparepart yang dibutuhkan adanya di Kanada. Sehingga butuh waktu untuk didatangkan ke Batam,” jelasnya.
Untuk informasi pemadaman juga dapat diakses melalui www.plnbatam.com dan jika terjadi pemadaman diluar jadwal maka dipastikan hal tersebut adalah gangguan.
Pelanggan juga dapat menghubungi Call Center bright PLN Batam di nomor telepon 123 (dari telepon biasa), 0778-123 (dari telepon selular), dan twitter @bright_PLNBatam dan Facebook bright PLN Batam.
“Kami juga mengimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian listrik, matikan perangkat elektronik saat tidak digunakan,” katanya.
(Penulis : Romadi)









