Batam (gokepri.com) – Manajemen Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam angkat bicara soal kasus karyawannya bernama Olivia. Wanita 35 tahun ini diputuskan oleh manajemen pindah divisi dengan tanggung jawab baru sebagai pencuci piring.
Humas RSAB Batam, Cynthia, menyatakan keputusan tersebut diambil perusahaan berdasarkan aturan dan sebagai bentuk pembinaan.
“Pembinaan ini diberikan dengan mempertimbangkan lamanya masa kerja dan kontribusi dari karyawan tersebut terhadap perusahaan serta sikap dan perilaku karyawan tersebut,” kata Chintya saat dikonfirmasi Senin 7 Februari 2022.
Ia menjelaskan RSAB memiliki aturan menyangkut persolan pegawainya. Sebelum Olivia dipindahtugaskan, RSAB telah melakukan pemeriksaan secara mendalam berdasarkan keterangan yang diberikan oleh karyawan ataupun pihak luar. Setelah dilakukan pemeriksaan, baru diambil keputusan.
“Mengenai penerimaan uang dari oleh karyawan atas nama Olivia, dalam Peraturan Perusahaan RSAB adalah termasuk pungutan liar di lingkungan perusahaan,” katanya.
Cynthia lalu menegaskan tidak ada intervensi dari pihak manapun terkait sanksi yang diberikan pada Olivia. Ia juga menegaskan tidak ada pegawai BPJS Ketenagakerjaan Sekupang yang terlibat seperti yang disebut oleh Olivia.
“Pemberian sanksi kepada karyawan atas nama Olivia, murni sebagai tindak lanjut dan pembinaan atas pelanggaran terhadap Peraturan Perusahaan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang karyawan RSAB Batam bernama Olivia menuturkan perihal ia dipindahtugas oleh manajemen yang ia nilai sewenang-wenang dan tidak adil. Olivia menceritakan kronologinya pada Sabtu 5 Januari 2022.
Ia tak terima dipindah dari divisi keuangan ke Unit Gizi sebagai general service dengan tanggung jawab pekerjaan cuci piring.
Ibu tiga anak itu mengaku sudah 15 tahun bekerja di bagian finance. Delapan tahun terakhir ia menjabat staf akunting Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.
“Manajamen RS sewenang-wenang,” ungkap ibu tiga anak ini akhir pekan lalu.
Persoalan Olivia berawal dari laporan soal parkir dan tuduhan pungli. Olivia sempat beradu mulut dengan seorang wanita di halaman parkir RSAB karena mobilnya terhalang mobil. Setelah menunggu dua jam, ia baru bisa mengendarai mobilnya keluar dari area parkir untuk ibadah Malam Natal pada 24 Desember 2021.
Olivia lalu mengatakan kepada wanita pemilik mobil bahwa bensin mobilnya habis. Lantas wanita itu pun memberikannya uang Rp500.000 setelah pergi ke ATM.
Kejadian ini sampai ke manajemen RSAB yang kemudian menelusuri kejadian tersebut hingga akhirnya Olivia dikirim SP3 dan dipindahtugaskan ke bagian general service Unit Gizi.
Penulis: Engesti









