Batam (gokepri.com) – Olivia, 35 tahun, meminta keadilan dari manajamen RS Awal Bros Batam. Ia tak terima dipindah dari divisi keuangan ke Unit Gizi sebagai general service dengan tanggung jawab pekerjaan cuci piring. Berawal dari laporan soal parkir dan tuduhan pungli.
Ibu tiga anak itu mengaku sudah 15 tahun bekerja di bagian finance. Delapan tahun terakhir ia menjabat staf akunting Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.
“Manajamen RS sewenang-wenang,” ungkap ibu tiga anak ini, Sabtu 5 Januari 2022.
Olivia menceritakan kronologi ia dipindah divisi versinya di kantin RS Awal Bros. Ia sempat mendapat Surat Peringatan (SP) 3 karena manajemen memutuskan Olivia melanggar peraturan perusahaan.
Setelah itu ia sempat dirotasi beberapa kali dalam satu bulan. Dari posisi staf akunting yang mengurusi payroll honor dokter, kini ia dipindah di bagian general service di Unit Gizi. “Job desknya mencuci piring,” kata Olivia.
Kejadian SP3 yang diikuti dengan rotasi pekerjaan, berawal pada Jumat 24 Februari 2022 siang. Olivia memutuskan pulang lebih awal sekitar pukul 11.00 karena ia hendak ibadah malam Natal.
Ia pun menuju mobilnya yang terparkir di halaman parkir mobil di RS Awal Bros. Namun dia kesal karena tak bisa mengeluarkan mobilnya sebab terhalangi oleh mobil milik tamu/keluarga pasien yang salah terparkir menutupi jalan keluar mobil Olivia.
Di salah satu bagian halaman parkir di RS Awal Bros yang dimaksud Olivia, tersedia ruang untuk 6 mobil.
Begitu masuk, ada 2 spot parkir di sebelah kiri, 2 di depan dan 2 di kanan. Mobilnya terparkir di bagian kiri dengan mobil tamu tadi tepat di depannya, di ruang kosong untuk keluar-masuk area parkir itu.
“Jarak mobilnya ke mobil saya hanya 2 jengkal karena memang itu bukan space untuk parkir,” ujar Olivia.
Setelah menunggu 10 menit pemilik mobil tak kunjung datang. Olivia segera melapor ke securiti di lobi atas RS Awal Bros seraya menunjukkan foto mobil salah parkir itu.
Kemudian, kata Olivia, security menuju customer care. “Di situlah diumumkan nomor pelat salah parkir itu untuk dipindahkan dan setelah itu saya turun ke bawah. Dilihat securito langsung dan berdatangan lah securiti sama komandan regunya sekitar 4 orang setelah diumumkan,” katanya.
Namun, lanjut dia, securiti tak berhasil menemukan si empunya mobil salah parkir itu. Hampir dua jam securiti mencari pemilik mobil tersebut, mulai dari basement sampai ke lantai 7 RS Awal Bros seraya menunjukkan foto mobil ke setiap penghuni kamar di sana.
Olivia pun mengaku menunggu di dalam mobilnya dan menyalakan AC.
“Saya pikir orangnya akan ketemu cepat. 2 jam saya menunggu di situ dan mobil saya hidup terus,” imbuhnya.
Pukul 13.00 lewat baru lah seorang wanita datang ke mobil yang parkir menutupi jalan keluar mobil Olivia itu.
Di saat itulah Olivia keluar dari mobilnya dan menanyakan apakah wanita itu menyadari kesalahannya.
“Dia bilang ‘saya tahu, saya pikir yang parkir di situ enggak bakalan keluar’,” Olivia menirukan jawaban wanita yang mengaku tak mendengar pengumuman dari customer care sebelumnya.
Olivia yang sudah menunggu 2 jam di dalam mobil kesal sebab tak ada kata maaf terlontar dari wanita yang salah parkir itu.
“Saat itulah saya menyampaikan kekesalan saya karena mesin mobil sampai menyala selama 2 jam menunggunya hingga bensin saya habis,” ucapnya.
“Okelah bu saya ganti bensin ibu,” Olivia mengulang jawaban tamu itu.
Saat itu, tegas Olivia, percakapan mereka disaksikan securiti dan tidak ada paksaan darinya.
“Akhirnya ibu itu ke ATM diantar securiti dan dikasih uang cash Rp500 ribu ke saya. Di situ securiti menyaksikan sudah selesai, sudah damai enggak ada masalah,” terang Olivia.
Di hari yang sama, Olivia ditelepon pihak marketing RS Awal Bros terkait peristiwa di area parkir siang itu.
“Marketing kami menelepon saya. Dia bilang kalau dia kenal sama orang BPJS. Dibilangnya saya minta uang, saya juga disuruh minta maaf dan mengembalikan uangnya,” jelas Olivia.
Orang BPJS ini, kata Olivia, adalah pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Sekupang berinisial A. Informasi pertama yang diperolehnya, pegawai itu dikatakan suami dari wanita yang salah memarkirkan mobilnya itu. Namun belakangan diketahui, A bukanlah suami si wanita dimaksud.
“Padahal saya tidak meminta uang. Marketing itu juga bilang ke saya kalau orang lain mungkin enggak diproses namun karena tahunya saya karyawan maka diproses,” ucapnya.
Di awal tahun 2022, lanjut Olivia, RS Awal Bros memberitahu bahwa kepada Olivia dijatuhkan SP 1.
“Tapi suratnya enggak dikasih, tapi saya disuruh buat pernyataan. Saya tidak mau sementara belum diperiksa hanya menerima laporan sepihak dari oknum pegawai BPJS Ketenagakerjaan Sekupang,” keluhnya.
Di SP 1 itu, Olivia dikatakan melakukan pungutan liar (pungli). Kemudian mucul lagi SP 2 yang menyatakan ia meminta tips, imbalan atau hadiah kepada pasien maupun tamu.
“Saya dipaksa tanda tangan, saya tidak mau. Besoknya saya dinonjobkan 3 hari,” kata Olivia.
Dalam 3 hari itu keluarlah surat mutasi Olivia ke departemen Rekam Medis. Dijelaskan pertimbangannya adalah pengetahuan, kemampuan dan keterampilan Olivia.
Selang 2 minggu kemudian, tutur Olivia, ia dipanggil dan diberikan SP 3.
“Hari Senin sebelum Imlek, di situ saya diancam kalau tidak tanda tangan akan diberikan sanksi. Saya bilang terserah saya tidak pernah mengakui pasal itu karena saya tidak melakukan,” tegasnya.
Olivia menegaskan kembali, ia tidak pernah meminta uang ke tamu tersebut. Melainkan ditawarkan biaya ganti rugi yang disepakati kedua pihak dan disaksikan security RS Awal Bros.
Rabu 2 Februari 2022, keluar lagi surat rotasi. Olivia dipindah ke unit Gizi. Menanyakan hal ini, manager pelayanan medis menjelaskan job desk Olivia sebagai pencuci piring.
“Job desk saya sebelumnya sebagai honor dokter yaitu payroll dokter. Saya ada di back office bukan pelayanan, saya bukan frontline,” ujarnya.
Penulis: Tambunan









