Batam (gokepri.com) – Kota Batam mendapat pasokan 11 ribu kiloliter minyak goreng dari Kementerian Perdagangan. Intervensi pasar ini untuk mengendalikan harga minyak goreng di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau mengatakan, bantuan 11 ribu kiloliter minyak goreng disalurkan melalui ritel modern.
Hal ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga pada komoditi minyak goreng, yang mengalami kenaikan harga sejak beberapa bulan belakangan.
“Kenaikan harga dikarenakan kenaikan harga CPO secara global, dan ada aturan pelarangan menjual minyak goreng curah. Bantuan ini semoga bisa menekan harga di pasar, terutama karena sistem penyalurannya melalui ritel modern,” katanya baru – baru ini.
Berbicara mengenai komoditas minyak goreng yang diprediksi dapat memicu kenaikan harga komoditas lain, Gustian menuturkan saat ini kebijakan mengenai pelarangan menjual minyak goreng curah, telah ditunda hingga 2023 mendatang.
Tidak hanya itu, mengenai kuota bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat, pihaknya juga akan melakukan pantauan secara mingguan, guna menghindari oknum yang berkeinginan menahan stok minyak goreng.
“Mulai saat ini sekali seminggu, kami akan cek baik ke distributor dan ritel modern. Kita lihat apakah mereka menahan stok minyak goreng. Karena dengan bantuan itu, stok kita hingga akhir tahun sudah lebih dari cukup. Jangan sampai ada kenaikan harga komoditas lain karena minyak goreng,” tegasnya.
Selain minyak lanjut, Gustian, demi mencegah agar kebutuhan merangkak naik menjelang akhir tahun, pihaknya juga berkonsentrasi terhadap beberapa komoditas lain seperti cabai merah, yang saat ini mengalami kenaikan harga secara signifikan.
“Untuk komoditas ini kita memang masih mencari jalan keluarnya. Namun secara umum, komoditas lain dalam kategori aman menjelang akhir tahun,” tegasnya.
Pihaknya juga telah menjadwalkan operasi pasar guna memantau stok bahan pangan di pasaran pada tanggal 13-18 Desember 2021.









