Batam (gokepri.com) – Bukan cuma manusia, hewan-hewan juga diselamatkan dari serangan pandemi. Salah satunya mereka yang hidup di kebun binatang mini Hutan Wisata Mata Kucing.
Mata Kucing adalah tempat wisata alam yang unik di Batam. Pengunjung dapat menikmati suasana hutan sambil melihat banyak fauna karena ada Mini Zoo atau kebun binatang ukuran kecil. Sebagai objek wisata, Mata Kucing, cukup menarik. Hutan dan telaga menjadi objek yang menonjol selain mini zoo. Sensasi berjalan-jalan di sini seperti berenang di tengah hutan.
Wisata Mata Kucing, merupakan hutan konservasi sudah ada sejak 20 tahun lalu. Tempat ini dikelola mandiri oleh Netty Herawaty.
-
Baca Juga: Malaysia Jajaki Kunjungan Wisata ke Batam
Sayangnya sekarang sepi. Sebelum wabah corona, kawasan yang berada di Sekupang, Kota Batam ini selalu ramai pengunjung tiap akhir pekan.
Jalan ke sana cukup mudah karena berada di satu-satunya akses jalan di kawasan Temiang, akses Sagulung-Sekupang. Sebelum sampai ke sana, kiri-kanan jalan sebagian besar adalah pemandangan hutan dan bukit.
Lama tak beroperasi akibat pandemi COVID-19, kini Hutan Wisata Mata Kucing akhirnya dibuka untuk umum sejak Agustus 2021. Animo masyarakat untuk piknik di sini perlahan-lahan mulai tinggi. Pengunjungnya juga dari luar daerah tapi belum ada wisatawan mancanegara.
Menurut karyawan Hutan Wisata Mata Kucing, selain adanya PPKM, faktor sepi pengunjung juga karena sebagian besar kebun binatang mereka tak ada lagi hewannya.
Hewan-hewan di sana diselamatkan dari pandemi dan kelaparan. Mereka dibawa ke Lagoi Bintan oleh Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Indonesia Riau Seksi Konservasi wilayah II Batam.
“(Hewan-hewannya) Belum dikembalikan,” ujar Nur, 40 tahun, Sabtu 6 November 2021. “Masih ada beberapa satwa di sini tapi tidak banyak.”
Pengunjung sebelum pandemi bisa melihat beberapa hewan yang ada di Hutan Wisata Mata Kucing. Ular Phyton, Iguana, Burung Elang, Kura Kura, Buaya, Monyet dan beberapa satwa lainnya. Bahkan pengunjung bisa menunggangi kuda.
Di bagian tengah pekarangan hutan wisata ada tiga kandang ukuran besar. Ia kandang hewan dilindungi, yakni, rajawali (Aqualinae), beruang madu (Helarctos malayanus), buaya (crocodylidae), dan elang bondol (Haliastur indus).
Menurut laporan Mongabay Indonesia, hewan-hewan di Hutan Wisata Mata Kucing dibawa ke BKSDA sejak awal Agustus 2021. Mereka dipindahkan selain karena alasan wabah juga karena pengelola kesulitan memberi makan semua satwa di sana, termasuk satwa yang dilindungi.
Mengutip laporan Mongabay Indonesia, Ariyanto, Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Batam, mengatakan, satwa yang diambil dari Wisata Hutan Mata Kucing dititipkan di Lembaga Konservasi Safari Lagoi Bintan dan di lokasi penangkaran buaya di Pulau Bulan.
Dia memastikan di tempat titipan ini hewan lebih terawat, karena mereka memiliki persediaan makan yang sudah ditanam pengelola tak jauh dari hutan konservasi. “Seperti di Konservasi Bintan, mereka punya lahan yang sudah ditanami pisang, pepaya, semangka dan lain-lain,” kata Ari.
Berdasarkan laporan WHO, hewan juga bisa terpapar virus Corona. Sedangkan menurut data organisasi dunia untuk kesehatan hewan, OIE, hingga Agustus 2021 ada 571 outbreak Covid-19 pada berbagai komunitas hewan, salah satunya di Kebun Binatang Atlanta, Amerika Serikat. 18 dari 20 gorilla di sana terinfeksi varian baru, Delta.
Meski satwa yang ada di lokasi ini tidak terlalu banyak tapi masyarakat tetap bisa menikmati keindahan alamnya dan fasilitas yang disediakan. Di kebun binatang ini juga menyediakan kolam renang untuk wisatawan yang ingin berendam dengan suasana yang berbeda dari yang lain, yaitu berendam dengan suasana di tengah hutan.
Muhammad Fatir (26) salah satu pengunjung mengatakan Hutan Wisata Mata Kucing memberikan nuansa berbeda sebagai tempat wisata di akhir pekan. Sebab tidak hanya menyuguhkan keindahan alam semata tapi fasilitas yang tersedia juga menyenangkan.
Yang menjadi favoritnya dan keluarga adalah kolam ikan Telaga Namboru . Ia juga bisa memperkenalkan dan menjelaskan beberapa jenis hewan kepada anaknya.
“Untuk memperkenalkan ke anak juga nama-nama hewan sekalian liburan,” katanya.
Ia menyarankan agar masyarakat Kota Batam yang mau berlibur sambil menikmati suasana hutan bisa langsung datang ke lokasi tersebut. “Kalau mau liburan sama keluarga di sini cocok harganya tiket masuknya juga murah,” katanya.
Pengunjung membayar Rp15.000 untuk orang dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak agar bisa menikmati Hutan Wisata Mata Kucing.
Reporter: Engesti









