Jokowi Sebut Program Batam Green City Initiative di Forum Segitiga Indonesia Malaysia Thailand

Batam Green City Initiative
Presiden Joko Widodo (kanan) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 Indonesia - Malaysia - Thailand Growth Triangle (IMT-GT) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Batam (gokepri.com) – Kota Batam masuk dalam cetak biru Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) periode 2022-2026. Proyek tersebut diungkap Presiden Joko Widodo dalam konferensi tingkat tinggi ke-13 forum tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekan supaya tiga negara yang tergabung di dalamnya memperkuat komitmen bersama agar pelaksanaan Cetak Biru IMT-GT 2022-2026 dapat berjalan baik dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya di Konferensi Tingkat Tinggi ke-13 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), secara virtual, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

HBRL

|Baca Juga: Batam akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung

“Tahun ini merupakan tahun terakhir implementasi Cetak Biru IMT-GT 2017-2021, dan hasilnya membuktikan bahwa kerjasama IMT-GT telah mendorong pembangunan ekonomi dan memperkecil kesenjangan pembangunan di sub kawasan,” kata Jokowi dilansir dari siaran Pers Sekretariat Presiden, Jumat (29/10/2021).

Kata Jokowi, saat ini terdapat 14 proyek konektivitas prioritas yang telah dapat diselesaikan, yaitu 5 proyek di Indonesia, 3 proyek di Malaysia dan 6 proyek di Thailand.

Namun, pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar dalam mempersiapkan Cetak Biru 2022-2026. Cetak Biru tahap 2 periode 2022-2026 ditekankan pada pendekatan proyek atau program yang lebih konkret.

Adapun 5 strategi yang dikedepankan dalam Cetak Biru 2022-2026, yaitu Pendekatan koridor ekonomi dan integrasi regional, Mendorong partisipasi sektor swasta, Mendukung pertumbuhan yang inklusif, Mengadopsi perkembangan ekonomi hijau, biru dan ekonomi sirkular, dan Menyesuaikan kelembagaan yang bersifat lintas sektoral.

Kendati begitu, saat ini angka penyebaran virus Covid-19 sudah mulai dapat ditekan dan pemulihan ekonomi juga sudah mulai tampak.

Oleh karena itu, komitmen agar pelaksanaan cetak biru 2022-2026 dapat berjalan baik dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi harus terus ditingkatkan mengingat PDB IMT-GT telah meningkat 20 persen pada periode 2015-2019.

“Dalam periode tersebut, Indonesia telah mencoba berkontribusi antara lain melalui pembangunan konektivitas fisik sub kawasan senilai USD 17,9 miliar dan dukungan proyek-proyek antara lain Bengkulu Digital and Tourism Village, Aceh Investment Sport, Batam Green City Initiative, dan sejumlah proyek-proyek lainnya,” ujar Presiden. (Can)

|Baca Juga: Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Toba Bara Energi Bakal Investasi Rp7 Triliun di Batam

Pos terkait