Batam (gokepri.com) – Pra Reda Gusti, Kepala Puskesmas Tanjungbuntung yang baru dilantik menjalani pemeriksaan di kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas meninggalnya seorang anak berusia 12 tahun.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi di Kantor DPRD, Selasa (19/10).
Didi menyebut pemanggilan tersebut hanya sebatas pemeriksaan saksi, atas kasus meninggalnya Meri Destaria br. Nainggolan (12), yang tenggelam Kamis (14/10/2021) kemarin.
|Baca Juga: Viral! Diduga Lambat Tangani Pasien, Bocah 12 Tahun Meninggal
“Iya benar kalau pejabat yang baru kemarin dipanggil Polresta Barelang guna dimintai keterangan. Tapi hanya sebatas saksi. Namun prosesnya, pihak Reskrim yang ke sana. Sebenarnya mereka ke sana dalam rangka masih ingin mencari tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa,” katanya.
Menurut Didi, pengambilan keterangan itu tidak lepas dari kabar awal yang menyebutkan bahwa meninggalnya korban karena kelalaian dari pihak puskesmas.
“Karena berita yang beredar-kan ini kelalaian, kelalaian dari pihak kami. Padahal menurut kami ini kelalaian dari pihak keluarga yang telat mengetahui korban tenggelam. Karena video yang tersebar ini juga sepotong-sepotong, tidak menceritakan dari awal dia datang dalam keadaan seperti apa,” kata Didi.
Sedangkan untuk pemeriksaan Kepala Puskesmas yang lama, Suryani, Didi mengatakan belum mengetahui apakah dia sudah diperiksa pihak kepolisian atau belum.
“Tapi nanti kalau ada indikasi ke arah sana (kelalaian), saya rasa polisi akan memanggil dia (Kapus lama). Yang bersangkutan kan sekarang sudah bertugas di RSUD. Termasuk dokter jaganya akan dipanggil, sementara polisi hanya mengumpulkan keterangan saja dari pihak Puskesmas,” ucap Didi.
Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan RDP tersebut, Didi juga menceritakan kronologi kejadian tersebut di depan anggota Komisi IV DPRD Kota Batam.
Dalam kronologi itu, Didi mengatakan bahwa pengakuan dari Bidan yang memeriksa korban pada saat itu sudah mengetahui kalau korban meninggal dunia.
Namun ketika itu dia grogi dan tidak percaya diri untuk memberi tahu keluarga bahwa korban sudah meninggal dunia.
“Sudah diperiksa nadinya, sudah tidak ada. Terus waktu diperiksa matanya, pupil mata sudah melebar,” ungkap Didi. (Engesti)
|Baca Juga: Pelajaran demi Perbaiki Pelayanan Puskesmas dari Peristiwa Tanjungbuntung









