Karimun (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menggesa perpanjangan landasan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun dari 1.200 menjadi 1.600 meter. Rencana ini diungkapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menghadiri Hari Jadi ke-22 Kabupaten Karimun, Rabu (13/10/2021).
Menurut Ansar, pemerintah pusat meminta daerah segera membebaskan lahan untuk pengembangan bandara tersebut. Yakni dengan sistem bagi anggaran antara Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri.
“Insyaallah tahun 2022 akan kita bebaskan dan sudah kita sampaikan ke Presiden waktu beliau ke Batam. Karena problem di Karimun adalah bandara. Setidaknya diperpanjang agar pesawat lebih besar bisa masuk,” katanya.
Ansar mengapresiasi Pemkab Karimun dan masyarakat, karena sejauh ini capaian pembangunannya cukup baik dan membanggakan. Hal ini merupakan modal dasar untuk memotivasi semangat semua pihak, termasuk Pemprov Kepri dalam memperjuangkan apa saja yang ingin dicapai masyarakat Karimun ke tingkat pusat.
“Momen ini merupakan ajang untuk evaluasi, mengukur, menilai keberhasilan-keberhasilan yang sudah kita capai dan mempercepat perjalanan program yang sudah kita selesaikan agar ke depan lebih baik lagi,” katanya.
Pemerintah, lanjut Ansar, saat ini dihadapkan dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Sehingga dibutuhkan kesungguhan dan kerja keras semua pihak agar semua kebutuhan dinamis tersebut bisa dipenuhi. Bahkan walaupun saat ini sedang dilanda krisis keuangan karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
“Tidak ada cara lain kecuali kerja keras dan kebijakan pengetatan keuangan daerah agar uang yang ada bisa digunakan dengan skala prioritas,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan program penting yang harus dilakukan saat ini sebagai turunan kebijakan dari pemerintah pusat. Yakni menyangkut penanganan Covid-19, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi, serta akselerasi pertumbuhan invetasi dan ekosistem ekonomi yang lebih baik.
Saat ini pandemi di Kepri sudah melandai. Namun pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya terus mengawal agar tidak terjadi lagi fluktuasi.
“Berdasarkan asesmen yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan berbagai penilaian pendukung, bahwa Kepri saat ini menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang berada di level 1 PPKM nya,” katanya.
Meski saat ini belum semua Kabupaten dan Kota di Kepri berada di level 1, namun Gubernur yakin berdasarkan pengumuman asesmen berikutnya akan ada tambahan kabupaten dan kota di Kepri yang akan turun ke level 1. Dan jika semua daerah sudah berada di level 1, maka mobilitas orang antar daerah akan lebih longgar dan kebijakan pemulihan ekonomi bisa berjalan leluasa lagi.
“Namun demikian, prokes harus tetap kita berlakukan dengan ketat,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan sejumlah program kerja Pemprov Kepri di Kabupaten Karimun. Selain perpanjangan landasan bandara, Pemprov Kepri juga merencanakan pembangunan gedung workshop. Rencananya akan restrukturisasi dan sudah ada pembicaraan dengan Menteri Tenaga Kerja.
“Rencana gedungnya pemerintah daerah yang membangun, sementara kebutuhan peralatannya akan diisi oleh pemerintah pusat,” katanya.
Program lainnya adalah mengenai pelabuhan Molarko serta rencana FTZ menyeluruh di Bintan dan Karimun. “Ini semua jadi prioritas Pemprov Kepri disini yang kita kejar ke pusat. Semoga saja semua berjalan lancar dan pertumbuhan perekonomian di Kepri bisa merata,” tutupnya. (wan)
Baca juga: Gubernur Ansar Minta Bintan dan Karimun Seperti Batam









