PROSPEK INDUSTRI: Sektor Telekomunikasi Cerah

Prospek Industri telekomunikasi
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini. (foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Industri telekomunikasi optimistis prospek bisnisnya cerah ditopang permintaan data dan pergeseran perilaku masyarakat di era digital.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan ada sejumlah peluang positif di dalam industri telekomunikasi Indonesia tengah dibidik.

Salah satunya terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi operator, karena akan membawa dampak menyehatkan Industri Telekomunikasi secara umum.

Selanjutnya, cara kerja digital, sekolah, dan kehidupan sehari-hari akan menciptakan permintaan data dalam jangka panjang.

“Peluang lainnya berupa peningkatan permintaan layanan fixed broadband (FTTH), di mana telah tersedia layanan XL Home dengan area layanan yang terus meningkat. Selain itu, keberadaan UU Ciptakerja juga bermanfaat positif dalam jangka panjang, termasuk untuk efisiensi capex dan opex dalam menyediakan layanan 5G,” papar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8).

Hanya saja di sisi lain, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi tahun 2021. Salah satunya adalah akan terus berlanjutnya kompetisi yang ketat antar operator.

Meningkatnya intensitas kompetisi sejak akhir tahun 2020 lalu terasa berdampak pada pertumbuhan industri.

“Selain itu, pandemi Covid-19 sepertinya masih akan terus membayangi hingga memasuki semester kedua 2021. Berbagai pembatasan yang diterapkan pemerintah akan memperlambat pemulihan ekonomi,” ujar dia.

Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil meraih pertumbuhan kinerja di sepanjang kuartal kedua 2021. Prestasi ini ditandai dengan diraihnya kenaikan total pendapatan sebesar 8% menjadi Rp 6,73 triliun, meningkat dibandingkan kuartal pertama tahun ini (QoQ).

Selain itu, EBITDA juga tumbuh 8% QoQ, dengan marjin lebih dari 50%. Pada kuartal kedua ini, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 395 miliar atau naik 23% QoQ, sekaligus memberikan kontribusi pada total laba bersih semester pertama tahun ini sebesar Rp716 miliar.

Dian Siswarini mengatakan di tengah pandemi dan kompetisi industri yang penuh tantangan di sepanjang kuartal kedua 2021, secara umum perseroan berhasil meningkatkan kinerja bisnis dengan meraih pertumbuhan yang menggembirakan di sejumlah aspek.

“Pencapaian positif ini tidak terlepas dari dari keberhasilan penjualan dan kenaikan trafik yang kami raih di sepanjang periode Lebaran lalu, Pada saat yang bersamaan, kami terus fokus melakukan digitalisasi di semua lini bisnis dan Operational Excellence, termasuk menekan biaya untuk mempertahankan tingkat profitabilitas serta meningkatkan efisiensi,” papar Dian. (Can)

|Baca Juga: KINERJA XL AXIATA: Pendapatan Naik Rp6,73 Triliun, Pelanggan Bertambah Jadi 56,77 Juta

Pos terkait