Microsoft Boyong Transfer Teknologi AI dan Cloud ke Indonesia

Microsoft cloud indonesia
IPB University baru-baru ini sepakat menjalin kerjasama dengan PT Microsoft Indonesia. Naskah nota kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani langsung oleh Rektor IPB University, Prof Arif Satria dan Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia, Haris BIzmee di Jakarta, (9/2/2021). (foto: Microsoft)

Batam (Gokepri.com) – Microsoft bersiap mendampingi Indonesia untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan teknologi cloud atau komputasi awan dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Langkah itu bagian dari inisiasi pemberdayaan ekonomi digital Indonesia yang dirancang perusahaan milik Bill Gates itu. Pemberdayaan ekonomi ini turut diumumkan bersamaan dengan pengumuman Microsoft mendirikan pusat data pertama di Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Gokepri.com, Kamis (25/2/2021), Microsoft akan memberdayakan individu dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk berhasil di bidang cloud dan masa depan yang mendukung kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan mengembangkan jalur talenta untuk keterampilan yang sangat dibutuhkan, sekaligus meningkatkan kemampuan kerja masyarakat Indonesia.

HBRL

Jean-Philippe Courtois, Executive Vice President and President, Microsoft Global Sales, Marketing and Operations, menjelaskan Microsoft memiliki komitmen jangka panjang pada pertumbuhan Indonesia.

“Sebagai kelanjutan dari komitmen Microsoft terhadap pelatihan keterampilan di Indonesia selama 26 tahun terakhir, perusahaan akan bekerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan industri untuk melatih 3 juta orang lagi sehingga total mencapai lebih dari 24 juta orang Indonesia terampil pada akhir tahun 2021,” papar dia.

Inisiatif ini dilakukan melalui kerja sama dengan empat universitas dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, meluas ke seluruh demografi, dari siswa dan guru hingga karier menengah, ibu rumah tangga, dan orang-orang dari komunitas yang kurang beruntung.

Inisiatif pemberian keterampilan akan memberdayakan masyarakat Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan (Artifical Intelliegence/AI), keamanan siber, dan ilmu data melalui kurikulum literasi digital.

Pusat Data Microsoft

Dengan wilayah pusat data baru, Indonesia akan bergabung dengan infrastruktur cloud terbesar di dunia dengan lebih dari 60 wilayah pusat data yang diumumkan hingga saat ini.

Bisnis dari semua ukuran dan industri akan memiliki akses ke Microsoft Azure pada saat peluncuran. Hal ini memungkinkan bagi siapa saja untuk mencipta dengan tujuan menggunakan layanan serta kemampuan cloud yang menjangkau komputasi, jaringan, database, analitik, kecerdasan buatan, dan internet untuk segala (Internet of Things/IoT).

Microsoft memberikan keamanan dan privasi data tingkat perusahaan. Dengan lebih dari 90 sertifikasi kepatuhan, Microsoft memenuhi berbagai standar dan peraturan entitas industri.

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan akan ketersediaan dan ketahanan yang tinggi dalam aplikasi mereka, wilayah data center baru akan menampilkan Azure Availability Zones, yang merupakan lokasi fisik unik yang dilengkapi dengan daya, jaringan, dan pendinginan independen untuk toleransi tambahan terhadap kegagalan data center.

Wilayah data center Indonesia juga akan mendukung tujuan keberlanjutan Microsoft, termasuk komitmennya untuk mengalihkan pasokan energi terbarukan ke 100 persen di pusat data Microsoft pada tahun 2025.

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian Indonesia, menyambut baik rencana ekspansi pusat data Microsoft di Indonesia, untuk akselerasi ekosistem digital di bidang pertanian melalui teknologi kecerdasan buatan, integrasi data secara real-time dari sawah dan ladang menuju pusat data, ketersediaan platform informasi dengan tata kelola akses dan distribusi informasi, serta dukungan pelatihan digital bagi Petani Milenial.

“Penggunaan teknologi Microsoft akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam berbagai bidang pertanian, dan berdampak positif bagi kegiatan ekonomi digital dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di Indonesia,” ujar dia.

Nicke Widyawati, Presiden Direktur Pertamina mengatakan perseroan menyambut baik komitmen Microsoft terhadap Pusat Data terpercaya di Indonesia, yang akan merangkul dan memajukan ekonomi digital dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

“Pertamina dan Microsoft telah berkolaborasi dalam rangka percepatan transformasi digital dan memberdayakan ekonomi digital terutama dalam mendukung ketahanan energi di Negara Republik Indonesia,” ujar Nicke.

Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak, mengatakan kemitraan Bukalapak dengan Microsoft mengubah e-commerce dan operasi untuk pelapak di Indonesia.

“Dengan wilayah pusat data lokal tepercaya, kami akan membantu 6,5 juta pelapak, 7 juta mitra Bukalapak, dan lebih dari 100 juta pelanggan mencapai ketahanan bisnis dalam menghadapi pandemi. Selain itu, upaya gabungan kami dalam melatih pedagang dan karyawan kami akan memberdayakan ekonomi digital, meningkatkan kemampuan kerja, menciptakan peluang, dan mengubah kehidupan,” kata dia.

(Can)

|Baca Juga: Microsoft Dirikan Pusat Data Pertama di Indonesia

Pos terkait