Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam masih melakukan tender proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam.
Ada dua konsorsium besar yang tengah bersaing untuk memenangkan proyek pengembangan bandar udara di Kota Batam tersebut. Beberapa diantaranya didominasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pertama adalah konsorsium Batam , terdiri dari PT Angkasa Pura II, PT Adhi Karya, Egis Project S.A., dan Engie South East Asia.
Sedangkan peserta lelang kedua adalah konsorsium PT Angkasa Pura I, di dalamnya ada Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), BP Batam Amran mengatakan dua konsorsium tersebut sudah menyampaikan penawarannya kepada BP Batam.
“Target kita secepat mungkin untuk ditentukan pemenangnya. Sehingga tahun ini bisa dimulai pembangunannya,” kata Amran di Marketing Center BP Batam, Rabu (10/2/2021).
Dijelaskannya ada sejumlah pekerjaan yang akan dilakukan KPBU di antaranya adalah pengembangan terminal penumpang 1. Kemudian juga pembangunan terminal penumpang 2.
‘Ada sekitar sepertiga lahan Hang Nadim saat ini yang akan dikembangkan oleh konsorsium pemenang tender nanti,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Inisiatif Strategi dan Manajemen Risiko BP Batam, Tumirah, mengatakan penyampaian dokumen penawaran proyek KPBU Bandara Hang Nadim merupakan salah satu tahapan, di mana para peserta lelang menyerahkan dokumen penawaran kerja sama.
Dalam tahapan tersebut, pihaknya juga melakukan pembukaan dokumen penawaran administrasi teknis (Sampul I) yang disaksikan secara bersama-sama oleh masing-masing peserta lelang.
“Sebelumnya ada empat peserta lelang yang lulus tahap prakualifikasi. Namun, yang mengajukan dokumen penawaran pada tahapan ini hanya dua peserta, yaitu Konsorsium Batam dan Konsorsium PT Angkasa Pura I,” ujar Tumirah yang juga selaku Wakil Ketua Panitia Lelang.
(ard)









