BATAM (gokepri.com) – Kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (28/9/2026). Kondisi tersebut terjadi meski hujan turun di Batam dalam dua hari terakhir.
Hujan membantu mengurangi konsentrasi asap di udara. Namun, pengaruhnya belum sepenuhnya menghilangkan asap yang masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak mengatakan kondisi udara Batam sudah membaik setelah hujan turun.
“Ini kan sebenarnya kalau di Batam ini sudah berkurang karena hujan,” kata Ramlan, Senin.
Ia menjelaskan, asap yang sebelumnya berasal dari Kalimantan kini tidak lagi masuk ke Batam. Sementara itu, asap dari wilayah Sumatera masih terpantau, terutama yang berasal dari Jambi.
“Yang dari Kalimantan sudah tidak masuk. Kalau yang dari Sumatera, terutama Jambi, masih ada,” ujarnya.
Pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam pada Senin pukul 08.00 WIB menunjukkan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berada di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.
Forecaster BMKG Kota Batam Riska mengatakan, asap bergerak ke arah barat laut hingga utara.
“Sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga utara,” katanya.
Pergerakan tersebut dipengaruhi kondisi angin di perairan Kepulauan Riau yang bergerak dari tenggara menuju barat daya. Dengan kondisi itu, asap dari wilayah Sumatera masih berpeluang terbawa menuju Kepulauan Riau.
Meski demikian, hujan yang turun di Batam membantu menekan jumlah partikulat di udara. Data pemantauan kualitas udara pada pukul 09.00 WIB mencatat konsentrasi partikulat sebesar 40,1 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masih menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori sedang.
“Kualitas udara di Batam pada Senin pagi ini masuk ke dalam kategori sedang,” ujar Riska.
BMKG meminta masyarakat tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker.
Masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan air. Jika mengalami keluhan atau gangguan pernapasan, warga disarankan segera memeriksakan diri.
Kondisi kabut asap juga dapat mengganggu jarak pandang pengendara. Karena itu, pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati ketika melintasi wilayah yang masih berkabut asap.
BMKG menyebut hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara Batam. Namun, asap dari wilayah Sumatera masih berpotensi mencapai Kepulauan Riau selama terbawa pola angin menuju wilayah tersebut.
Penulis : Engesti








