ATLANTA (gokepri) – Kesabaran menjadi pembeda saat Inggris berada di ambang kejutan besar. Tertinggal sejak awal pertandingan, tim asuhan Thomas Tuchel bangkit lewat dua gol Harry Kane pada 15 menit terakhir untuk mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 dalam babak 32 besar Piala Dunia di Atlanta, Rabu (1/7).
Kemenangan itu mengantar Inggris ke babak 16 besar. Mereka selanjutnya menghadapi tuan rumah Meksiko di Mexico City, Minggu 5 Juli 2026, dalam laga yang diperkirakan menjadi ujian lebih berat.
Republik Demokratik Kongo membuka keunggulan lebih dulu pada menit ketujuh. Brian Cipenga menyambar umpan panjang kapten Chancel Mbemba dan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Jordan Pickford.
Baca Juga: Portugal vs Kongo Imbang; Inggris Lumat Kroasia
Gol cepat itu mengubah arah pertandingan. Inggris menguasai bola hampir sepanjang laga, tetapi pertahanan rapat Kongo dan penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi membuat peluang demi peluang gagal berbuah gol.
Declan Rice hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas pada menit ke-28. Bola berubah arah setelah mengenai pemain bertahan, tetapi melenceng tipis dari gawang.
Beberapa menit kemudian, sundulan Jude Bellingham hasil umpan Rice ditepis Mpasi dengan satu tangan. Marcus Rashford juga nyaris mencetak gol sebelum Aaron Wan-Bissaka menyapu bola di garis gawang.
Kongo bahkan hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Umpan silang Wan-Bissaka disambut Yoane Wissa, tetapi bola membentur tiang gawang.
Tekanan Inggris berlanjut pada babak kedua. Namun, lini belakang Kongo tetap disiplin, sementara Mpasi kembali menggagalkan peluang Bellingham dan Kane.
Tuchel kemudian mengubah komposisi pemain. Pergantian itu menjadi titik balik permainan Inggris.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Kane lolos dari kawalan bek Kongo dan menanduk umpan pemain pengganti Anthony Gordon untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Empat menit menjelang laga usai, Kane kembali menjadi penentu. Kapten Inggris itu bergerak di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur ke gawang Mpasi dan memastikan kemenangan 2-1.
Gol tersebut menjadi gol ke-13 Kane di putaran final Piala Dunia. Catatan itu membuat penyerang berusia 32 tahun tersebut melampaui koleksi gol legenda Brasil, Pele, dalam sejarah turnamen.
“Tembakan pertama mereka langsung menjadi gol, sehingga pertandingan menjadi jauh lebih sulit,” ujar Thomas Tuchel, pelatih Inggris.
Tuchel menilai timnya mulai menguasai permainan setelah jeda minum pada babak pertama. Menurut dia, para pemain pengganti memberi energi baru sehingga Inggris mampu membalikkan keadaan.
Kane juga mengakui Inggris harus bekerja keras untuk lolos. Menurut dia, penampilan Lionel Mpasi menjadi salah satu alasan timnya kesulitan sepanjang pertandingan.
“Kiper mereka membuat banyak penyelamatan luar biasa pada babak pertama,” ujar Harry Kane.
Kane menilai Inggris menampilkan permainan menyerang terbaik sepanjang turnamen. Namun, ia mengingatkan bahwa fase gugur menuntut kemampuan meraih kemenangan, meski permainan tidak selalu berjalan mudah.
Republik Demokratik Kongo akhirnya harus mengakhiri perjalanan setelah tampil disiplin selama lebih dari satu jam. Kekalahan itu menunjukkan bahwa dominasi penguasaan bola belum cukup bagi Inggris tanpa efektivitas penyelesaian akhir, sementara Kongo membayar mahal kegagalan mempertahankan keunggulan pada fase penentuan. REUTERS
Baca Juga: Klub Inggris Hampir Kuasai Kejuaran Eropa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







