PIALA DUNIA 2026: Meksiko dan Beban Tuan Rumah

Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan
Pendukung Tim Nasional Meksiko mengenakan pakaian tradisional di kawasan Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 para pendukung dari sejumlah tim nasional telah memadati sejumlah titik kawasan di Azteca baik mencari tiket pertandingan maupun sekadar meramaikan suasana Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

BATAM (gokepri) — Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan ujian pertama bagi tuan rumah Meksiko. Saat menghadapi Afrika Selatan pada laga pembuka Grup A di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, El Tri tidak hanya mengemban status favorit, tetapi juga harapan publik untuk mengawali turnamen dengan kemenangan.

Pertandingan pembuka kerap menjadi penentu arah perjalanan sebuah tim di fase grup. Bagi Meksiko, tiga poin akan memperkuat peluang lolos ke babak gugur sekaligus menghapus kekecewaan setelah tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sebaliknya, Afrika Selatan datang dengan ambisi menciptakan kejutan. Pelatih Hugo Broos menilai laga pertama memiliki arti strategis bagi peluang timnya untuk melangkah ke fase berikutnya.

Baca Juga: 

“Dalam grup seperti ini, sangat penting memenangkan pertandingan pertama. Jika tidak menang, posisi kami akan langsung sulit,” ujar Broos dalam konferensi pers di Mexico City, Rabu (10/6/2026).

Tradisi Panjang Meksiko

Meksiko memasuki turnamen dengan modal sejarah yang jauh lebih kaya. Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi ke-18 mereka dalam putaran final sejak edisi perdana pada 1930.

Negara itu juga mencatat sejarah sebagai tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah 1970 dan 1986. Pada dua edisi tersebut, Meksiko mencapai pencapaian terbaiknya dengan menembus perempat final.

Dalam periode 1994 hingga 2018, El Tri selalu lolos dari fase grup dan mencapai babak 16 besar. Konsistensi itu menjadikan Meksiko salah satu kekuatan paling mapan di kawasan Concacaf.

Saat ini, Meksiko menempati peringkat ke-14 dunia berdasarkan ranking FIFA. Mereka juga datang sebagai juara CONCACAF Nations League dan Piala Emas dalam dua tahun terakhir.

Meski sempat melewati periode kurang meyakinkan sepanjang 2025, performa tim asuhan Javier Aguirre membaik menjelang turnamen. Mereka mampu menahan imbang Portugal dan Belgia, serta mengalahkan Ghana, Australia, dan Serbia dalam laga uji coba.

“Belum pernah ada emosi yang lebih besar dalam 50 tahun karier saya dibandingkan Piala Dunia di rumah sendiri,” ujar Aguirre.

Pelatih berusia 67 tahun itu merupakan bagian dari skuad Meksiko pada Piala Dunia 1986. Kini, ia kembali ke Estadio Azteca dengan misi membawa generasi baru Meksiko melangkah lebih jauh.

Afrika Selatan Mencari Sejarah Baru

Afrika Selatan tiba di Meksiko dengan status nonunggulan. Namun, tim berjuluk Bafana Bafana itu memiliki modal yang tidak bisa diabaikan.

Mereka lolos otomatis ke putaran final setelah menjuarai Grup C kualifikasi zona Afrika. Dalam persaingan tersebut, Afrika Selatan mampu mengungguli Nigeria yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.

Tim peringkat ke-60 FIFA itu juga memiliki catatan pertemuan yang cukup baik melawan Meksiko. Dari dua pertemuan sebelumnya, Afrika Selatan menang sekali dan sekali bermain imbang.

Broos menyadari kualitas lawan yang akan dihadapi. Namun, pelatih asal Belgia itu memastikan anak asuhnya telah mempersiapkan diri, termasuk beradaptasi dengan ketinggian Mexico City yang mencapai lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut.

“Mereka bermain sepak bola yang bagus dan memiliki pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan,” ujar Broos.

Gelandang Teboho Mokoena menegaskan Afrika Selatan tidak datang sekadar meramaikan turnamen.

“Kami ingin bersaing dan mencapai babak berikutnya,” kata Mokoena.

Adu Ketajaman dan Disiplin

Di atas kertas, Meksiko memiliki keunggulan kualitas individu dan pengalaman. Raul Jimenez menjadi tumpuan utama di lini depan. Penyerang Wolverhampton Wanderers itu berpeluang menyamai rekor Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Meksiko.

Aguirre diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 yang menekankan penguasaan bola dan transisi cepat. Jimenez kemungkinan didampingi Roberto Alvarado dan Julian Quinones yang tampil produktif bersama Al-Qadsiah di Liga Arab Saudi.

Lini tengah akan dipimpin kapten Edson Alvarez bersama Orbelin Pineda dan Luis Chavez. Sementara posisi penjaga gawang kemungkinan ditempati Guillermo Ochoa atau Raul Rangel.

Afrika Selatan diperkirakan merespons dengan pendekatan lebih seimbang melalui formasi 4-4-2 atau tiga bek tengah. Mereka akan bertumpu pada kekuatan organisasi permainan serta kecepatan serangan balik.

Harapan terbesar Bafana Bafana berada pada Oswin Appollis. Dalam enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia, pemain itu mencetak dua gol dan menyumbang empat assist.

Penentu Nada Piala Dunia

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Format baru itu diperkirakan menghadirkan persaingan yang lebih terbuka dan ketat sejak fase grup.

Laga Meksiko melawan Afrika Selatan dapat menjadi gambaran awal arah kompetisi tersebut. Meksiko membawa tradisi, pengalaman, dan tekanan sebagai tuan rumah. Afrika Selatan membawa semangat pembuktian serta peluang menciptakan kejutan.

Di atas kertas, El Tri lebih diunggulkan. Namun, sejarah Piala Dunia berulang kali menunjukkan bahwa pertandingan pembuka sering kali menghasilkan cerita yang berbeda dari perkiraan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dimulai 12 Juni, Simak Jadwal Lengkap hingga Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait