BATAM (gokepri) — Pemulangan jamaah haji melalui Embarkasi Batam tidak hanya berfokus pada kelancaran kedatangan, tetapi juga pada pemantauan kondisi kesehatan jamaah setelah menempuh rangkaian ibadah di Arab Saudi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menyiapkan layanan khusus bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta sistem rujukan ke rumah sakit apabila ditemukan gangguan kesehatan.
Perhatian terhadap aspek kesehatan menjadi penting karena jamaah baru menyelesaikan perjalanan panjang dengan aktivitas fisik yang padat. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan awal yang harus dilalui seluruh jamaah setibanya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Ketua PPIH Embarkasi Batam Muhammad Syafii mengatakan, jamaah Kloter Pertama Batam (BTH 01) tiba di Batam pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Baca Juga: Imigrasi Siapkan Koridor Khusus untuk Kepulangan Jamaah Haji
“Setibanya di Batam, seluruh jamaah langsung menjalani proses imigrasi dan pemeriksaan kesehatan di bandara, termasuk pengecekan suhu tubuh sebelum menuju Asrama Haji,” ujar Syafii di Batam, Senin (1/6/2026).
Menurut Syafii, jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas memperoleh layanan khusus sejak tiba di bandara. Setelah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan dan keimigrasian, mereka langsung diantar menuju Asrama Haji Batam menggunakan ambulans.
“Untuk lansia dan disabilitas, setelah pemeriksaan suhu dan imigrasi mereka langsung dibawa ke Asrama Haji menggunakan ambulans. Mereka juga dapat langsung ke kamar tanpa mengikuti prosesi pemulangan jamaah,” kata Syafii.
PPIH juga menyiapkan skema rujukan apabila terdapat jamaah yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Menurut Syafii, sejumlah rumah sakit di Batam telah disiapkan sebagai fasilitas rujukan, antara lain Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP), Rumah Sakit Awal Bros, dan beberapa rumah sakit lainnya.
“Kalau dari hasil pemeriksaan kesehatan di bandara ada jamaah yang memerlukan perawatan lebih lanjut, langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Tiga Jamaah Tidak Pulang Bersama Kloter
Kloter Pertama Embarkasi Batam berjumlah 442 orang yang terdiri atas 438 jamaah dan empat petugas haji. Mereka berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Lingga.
Dari total anggota kloter yang berangkat ke Arab Saudi, tiga orang tidak kembali bersama rombongan. Dua jamaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi, sedangkan satu jamaah asal Kabupaten Lingga meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah 442 orang yang tiba hari ini dalam kondisi sehat. Untuk jamaah asal Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga akan menginap satu malam di Asrama Haji sebelum kembali ke daerah masing-masing,” kata Syafii.
Sementara itu, jamaah asal Batam dapat langsung kembali ke rumah masing-masing setelah mengikuti prosesi penerimaan dan bertemu keluarga.
Syafii menuturkan seluruh jamaah yang pulang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Kepulangan mereka menandai berakhirnya perjalanan spiritual yang berlangsung selama lebih dari satu bulan di Tanah Suci.
Duka di Tengah Kepulangan Jamaah
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Sudianto mengucapkan selamat kepada jamaah yang telah kembali ke Tanah Air. Ia berharap pengalaman selama berhaji dapat membawa manfaat bagi kehidupan pribadi maupun sosial para jamaah.
“Ini merupakan akhir dari perjalanan spiritual yang panjang. Kita berharap seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat,” ujar Sudianto.
Di tengah suasana penyambutan, penyelenggaraan haji tahun ini juga menyisakan duka. Menurut Sudianto, terdapat jamaah yang meninggal dunia selama musim haji berlangsung.
Berdasarkan data yang disampaikan Sudianto, jamaah wafat berasal dari sejumlah daerah yang dilayani Embarkasi Batam, yakni satu orang asal Kepulauan Riau, empat orang asal Riau, tiga orang asal Jambi, dan satu orang asal Kalimantan Barat. Data tersebut masih perlu dikonfirmasi kembali karena jumlah yang disebutkan tidak sepenuhnya sesuai dengan total yang disampaikan dalam keterangan awal.
Pemulangan jamaah haji bukan sekadar akhir perjalanan ibadah, melainkan juga fase penting untuk memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga setelah menjalani aktivitas fisik yang intensif. Karena itu, kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan ibadah haji secara menyeluruh. ANTARA
Baca Juga: Kepulangan Jamaah Haji Disambut Haru Keluarga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









