JAKARTA (gokepri.com) – Pep Guardiola akan menjalani laga pamungkas sebagai manager Manchester City saat kontra Aston Villa di Etihad Stadium, Minggu (24/52026).
Kepergian Guardiola ini pasti disesali fans dan pemain City mengingat sumbangsihnya begitu besar. Bersama Guardiola, City mencapai era keemasan dengan 20 trofi selama 10 musim atau rata-rata dua trofi per musim.
Hebatnya lagi Guardiola cuma dua kali menuntaskan musim tanpa gelar, yakni di 2017 dan 2025. Pencapaian terbaik adalah treble winners pada 2022/2023 serta enam gelar Premier League.
Ini belum termasuk sederet rekor yang dipecahkan olehnya. Sukses besar ini bukannya tanpa pengorbanan karena Guardiola begitu terobsesi dengan taktik demi membuat timnya sulit dikalahkan lawan.
Konon hal itu jadi alasan utama mengapa Guardiola berpisah dengan sang istri Cristina Serra tahun lalu. Serra merasa Guardiola sudah ingkar janji saat meneken perpanjangan kontrak tahun lalu.
Itulah mengapa Guardiola ingin menikmati waktu bebasnya saat ini dan tidak mau berpikir dulu soal sepakbola, termasuk soal tujuan berikut dalam kariernya. Guardiola sempat kencang diisukan akan menangani klub Serie A atau Timnas Spanyol.
“Saya akan istirahat dulu. Ini bukan cuma soal 10 tahun, karena saya selalu bekerja selama 17, 18 tahun, setiap tiga hari, tiga hari, tiga hari, tiga hari, kecuali saat di New York,” sambungnya.
“Saya mau bersantai dulu dan rileks. Untuk saat ini, saya merasa bakal istirahat lama deh.” *
(sumber: detiksport.com)









