BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam memperluas program bantuan pendidikan tinggi dengan menambah sasaran penerima bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, dan masyarakat wilayah hinterland. Perubahan skema ini diarahkan untuk memperluas pemerataan akses kuliah sekaligus menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan daerah.
Transformasi program itu memperkenalkan tiga kategori penerima, yakni Beasiswa Berprestasi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Beasiswa Tidak Mampu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Beasiswa Hinterland melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra.
Program tersebut disosialisasikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dalam kegiatan sosialisasi program prioritas bidang pendidikan di Crown Vista Hotel Batam, Sekupang, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: PLN Batam Salurkan Beasiswa untuk 60 Pelajar dan Mahasiswa
Perluasan sasaran beasiswa menandai perubahan arah kebijakan pembangunan daerah yang tidak lagi bertumpu pada pembangunan fisik semata, tetapi mulai memberi ruang lebih besar bagi penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Dari 15 program prioritas yang disusun, esensinya menggeser paradigma pembangunan dari orientasi infrastruktur fisik menuju pembangunan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Amsakar.
Menurut dia, investasi pendidikan menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Sebelumnya, bantuan pendidikan Pemko Batam hanya menyasar mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP sesuai Peraturan Wali Kota Batam Nomor 56 Tahun 2023.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan penerima program tersebut lebih banyak berasal dari kelompok yang memiliki dukungan sarana pendidikan memadai. Kondisi itu mendorong pemerintah memperluas akses bagi keluarga kurang mampu dan masyarakat pesisir.
“Negara harus hadir memberi keberpihakan nyata kepada masyarakat pesisir dan keluarga yang membutuhkan,” kata Amsakar.
Sebagai dasar pelaksanaan program, Pemko Batam menerbitkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa Berprestasi dan Tidak Mampu serta Peraturan Wali Kota Batam Nomor 5 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa Hinterland.
Pemerintah juga menerbitkan Keputusan Wali Kota Batam Nomor 202 Tahun 2026 dan Nomor 203 Tahun 2026 yang mengatur perguruan tinggi mitra, program studi, hingga biaya bantuan pendidikan.
Untuk program Beasiswa Hinterland, Pemko Batam menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam (Polibatam), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Pemilihan perguruan tinggi itu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah. ITS diarahkan mendukung sektor perkapalan, Polibatam diproyeksikan menyiapkan talenta digital untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, sedangkan UMRAH dipilih untuk memperkuat sektor kemaritiman dan perikanan.
Selain menjelaskan program, Amsakar juga berbagi pengalaman masa sekolah dan kuliah saat menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ia mengisahkan perjalanan pulang-pergi sekitar 32 kilometer menggunakan sepeda ketika bersekolah di tingkat SMP hingga masa kuliah di Universitas Riau.
“Pendidikan menjadi jalan untuk meningkatkan mobilitas sosial dan memperluas kesempatan hidup,” ujar Amsakar.
Ia juga meminta kepala sekolah dan guru memperkuat peran sebagai pendamping dan pemberi motivasi bagi siswa.
Kegiatan sosialisasi diikuti 477 peserta. Sebanyak 81 peserta berasal dari delapan SMA wilayah hinterland di Kecamatan Galang, Bulang, dan Belakang Padang. Adapun 396 peserta lain terdiri atas kepala sekolah, guru, serta siswa kelas X dan XI dari 33 SMA, SMK, dan MA di Kota Batam.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis mengenai syarat dan mekanisme pendaftaran beasiswa oleh tim Pemko Batam bersama perwakilan perguruan tinggi mitra.
Baca Juga: Kementrans Siapkan Beasiswa Patriot untuk 1.100 Peserta dari 7 Kampus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









