SEMARANG (gokepri.com) – Ashari bin Karsana, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati yang menjadi tersangka kasus pencabulan sejumlah santriwati, dibekuk di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, pada Kamis (7/5/2026) pagi.
Dirreskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengungkapkan, Ashari bersembunyi di rumah seorang juru kunci petilasan.
Anwar mengungkapkan, Ashari ditangkap oleh tim Jatanras Polda Jateng sekitar pukul 04:45 WIB. Penangkapan terjadi saat Ashari dan tim Jatanras berpapasan di jalan.
“Itu (Ashari) dari rumah tempat persembunyiannya, di rumah juru kunci petilasan. Terus dia dibawa ke sana untuk geledah,” kata Anwar ketika dihubungi, Kamis, 7 Mei 2026.
“(Sembunyi) di rumah juru petilasan sana, petilasan makam. (Makam siapa?) Maaf tidak fokus ke sana,” tambah Anwar.
Menurut Anwar, Ashari bersembunyi di rumah juru petilasan seorang diri. Saat ditangkap, AS juga tak menunjukkan perlawanan.
Anwar mengatakan, Ashari kabur Kabupaten Pati dengan diantar seseorang. Dia melarikan diri karena takut ditangkap pihak kepolisian. “Dia sudah yakin kalau mau ditahan. Jadi kabur,” ujarnya.
Dia menambahkan, seusai ditangkap, Ashari langsung diserahkan kepada Polresta Pati. “Langsung dibawa ke Pati, kita serahkan ke Polresta Pati. Saat ini ditahan di sana,” kata Anwar.
Sebelumnya Wakasatreskrim Polresta Pati AKP Iswantoro mengonfirmasi bahwa Ashari telah kabur. Dia menjelaskan, pihaknya seharusnya melakukan pemeriksaan terhadap Ashari pada Senin (4/5/2026) lalu. Namun Ashari tak memenuhi panggilan.
Iswantoro menambahkan, pihaknya sudah mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap Ashari pada Kamis (7/5/2026). Jika mangkir kembali, Iswantoro mengatakan pihaknya bakal melakukan penjemputan paksa. *
(sumber: republika.co.id)









