Dua unit sweeper truck disiapkan untuk menyasar debu halus di kawasan padat.
BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam mulai menguji penggunaan truk penyapu jalan atau sweeper truck di sejumlah kawasan padat, Selasa (25/3/2026). Uji coba ini untuk meningkatkan kebersihan jalan, terutama debu halus yang sulit terjangkau petugas.
Di ruas-ruas utama Batam Center, Nagoya, hingga Batu Ampar, dua unit truk itu terlihat menyusuri tepi jalan. Kendaraan bergerak perlahan, menyedot debu dan pasir yang menumpuk di sela badan jalan dan pembatas. Aktivitas lalu lintas tetap ramai, sementara alat bekerja di sisi jalan.
Baca Juga: Darurat Pengelolaan Sampah, Apa Strategi Wali Kota Batam?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mangalondo Hasibuan mengatakan, uji coba menyasar kawasan dengan mobilitas tinggi. “Sudah kami uji coba di daerah perkotaan dengan aktivitas padat seperti Batam Center, Nagoya, dan Batu Ampar,” ujarnya di Batam, Selasa (24/3).
Menurut Dohar, keberadaan alat ini untuk melengkapi metode pembersihan manual yang selama ini belum optimal menjangkau kotoran halus. Truk dilengkapi sistem penyedot yang mampu mengangkat debu, pasir, dan material ringan lain, lalu menampungnya dalam tangki khusus.
Selain menyapu permukaan jalan, alat tersebut juga membantu mengangkat material ringan di tepi jalan yang kerap masuk ke saluran drainase. Endapan ini selama ini menjadi salah satu penyebab penyumbatan aliran air saat hujan.
Selama masa uji coba, DLH belum menetapkan jadwal tetap. Pola operasi masih menyesuaikan kebutuhan di lapangan. “Untuk jadwal masih kami sesuaikan, kemungkinan seperti pengangkutan sampah, misalnya tiga hari sekali,” kata Dohar.
Di saat yang sama, petugas mendapat pelatihan untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. DLH menilai penguasaan teknis penting agar kinerja alat optimal dan aman saat beroperasi di tengah lalu lintas padat.
Hasil sapuan dari truk akan dipindahkan ke kendaraan pengangkut, kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur. Skema ini mengikuti alur pengelolaan sampah kota yang sudah berjalan.
Ke depan, DLH berencana memperluas cakupan operasi setelah tahap penyesuaian selesai. Penambahan titik layanan akan mempertimbangkan tingkat kepadatan lalu lintas dan volume kotoran di tiap kawasan.
Pemko Batam menempatkan penggunaan teknologi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan kebersihan jalan. Selain efisiensi tenaga, pendekatan ini diharapkan berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan, terutama di kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi. ANTARA
Baca Juga: DLH Batam Kebut Pengangkutan Sampah di Pintu Air Jodoh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









